BEKASI.POJOKSATU.id - Rangkaian kunjungan kerja Pemerintah Kota Bekasi dan DPRD Kota Bekasi ke Provinsi Zhejiang, China, berlanjut dengan mengunjungi Mizuda Group, perusahaan tekstil terbesar yang berhasil melakukan transformasi bisnis melalui inovasi hingga merambah sektor lingkungan berbasis ekonomi sirkular.
Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari strategi pengembangan usaha yang diterapkan Mizuda Group, termasuk keberhasilannya melahirkan Wangneng Environment, perusahaan pengolah sampah menjadi energi (waste to energy) yang kini menjadi salah satu yang terbesar di Tiongkok. Wangneng sendiri dijadwalkan membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bantargebang dalam waktu dekat.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan pihaknya tidak hanya mempelajari proses produksi perusahaan, tetapi juga transformasi bisnis yang dilakukan Mizuda hingga mampu mengembangkan sektor usaha baru di bidang lingkungan.
"Yang kami pelajari bukan hanya proses produksinya. Yang menarik adalah bagaimana Mizuda mampu terus berinovasi hingga melahirkan Wangneng sebagai perusahaan di bidang lingkungan hidup. Ini membuktikan bahwa inovasi dapat menciptakan nilai ekonomi baru sekaligus menjawab persoalan lingkungan," ujar Tri.
Baca Juga: Operasional Trans Beken Rute Terminal Bekasi–Harapan Indah Berhenti Mulai 1 Juli
Menurutnya, pengalaman Mizuda menjadi referensi penting bagi Pemerintah Kota Bekasi dalam menyiapkan transformasi kawasan Bantargebang. Kehadiran PSEL nantinya diharapkan menjadi pemicu berkembangnya industri berbasis ekonomi sirkular yang saling terintegrasi serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Selain membahas transformasi industri, rombongan Pemerintah Kota Bekasi juga menjajaki peluang kerja sama antara Mizuda Group dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bekasi. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat sektor industri kreatif, khususnya bidang fesyen.
Kerja sama yang dibahas meliputi peningkatan kapasitas desainer muda, pengembangan kualitas produk UMKM, pertukaran pengetahuan, hingga membuka akses pasar internasional bagi produk-produk asal Kota Bekasi.
"Kota Bekasi memiliki banyak talenta kreatif yang perlu didukung agar mampu bersaing di pasar global. Kami ingin kolaborasi ini menjadi ruang belajar bagi desainer dan pelaku UMKM, sekaligus membuka peluang lahirnya produk-produk fesyen asal Bekasi yang memiliki daya saing internasional," kata Tri.
Dalam kesempatan tersebut, Tri juga mengundang Mizuda Group untuk mempertimbangkan investasi di Kota Bekasi, khususnya di kawasan Bantargebang yang tengah dipersiapkan sebagai pusat inovasi lingkungan dan ekonomi hijau.
Baca Juga: Polisi Belum Tetapkan Sopir Truk Maut di Bekasi sebagai Tersangka, Penyelidikan Masih Berjalan
"Bahkan kami berharap ke depan mereka dapat mempertimbangkan Bantargebang sebagai lokasi pengembangan industri. Visi kami adalah mengubah kawasan ini menjadi pusat inovasi lingkungan dan kawasan ekonomi hijau," tuturnya.
Ia menambahkan, pengembangan kawasan tersebut tidak hanya berfokus pada fasilitas pengolahan sampah, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan industri yang mampu menciptakan lapangan kerja, mendorong alih teknologi, serta menggerakkan perekonomian masyarakat.
"Jadi, yang hadir di sana bukan hanya fasilitas pengolahan sampah, tetapi juga industri yang menciptakan lapangan kerja, menghadirkan transfer teknologi, dan menggerakkan perekonomian masyarakat," tambahnya.
Tri menegaskan, transformasi Bantargebang harus dilakukan secara menyeluruh dengan menjadikan PSEL sebagai fondasi yang diperkuat oleh berbagai industri turunan, seperti pemanfaatan fly ash dan bottom ash (FABA), investasi baru, pusat inovasi, hingga berkembangnya sektor manufaktur dan ekonomi kreatif yang mendukung konsep ekonomi sirkular.
Baca Juga: Kejari Bekasi Sita Dokumen Dugaan Pungli MCK Pasar Bantargebang, Jadi Dasar Pemeriksaan Saksi
"Saya ingin lima sampai sepuluh tahun ke depan, ketika orang mendengar nama Bantargebang, yang terbayang bukan lagi gunungan sampah. Yang terbayang adalah kawasan yang berhasil bertransformasi menjadi pusat inovasi lingkungan, pusat pertumbuhan ekonomi hijau, dan tempat lahirnya peluang-peluang baru bagi masyarakat Kota Bekasi," pungkasnya.




