BEKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah Kota Bekasi mulai memperkuat langkah penghematan energi di lingkungan pemerintahan sebagai respons terhadap gangguan pasokan listrik yang terjadi di sejumlah wilayah.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan salah satu kebijakan yang diterapkan adalah Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mengurangi konsumsi energi di lingkungan perkantoran.

"Kami mulai menerapkan pola kerja yang lebih efisien. Rapat-rapat yang tidak membutuhkan kehadiran fisik bisa dilakukan secara daring sehingga konsumsi energi dapat ditekan," katanya.

Baca Juga: DLH Kota Bekasi Telusuri Penyebab Penumpukan Sampah di Kali SS Babelan

Menurut Tri, pemanfaatan teknologi digital dalam pelaksanaan rapat dan koordinasi tidak hanya menghemat listrik, tetapi juga membantu mengurangi biaya operasional pemerintah daerah.

"Ini bukan hanya soal listrik, tetapi juga bagaimana pemerintah bisa lebih efisien dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Efisiensi energi akan berbanding lurus dengan efisiensi anggaran," ungkapnya.

Ia menilai kondisi gangguan pasokan listrik saat ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran seluruh pihak mengenai pentingnya penggunaan energi secara bijak dan bertanggung jawab.

"Kita harus mulai membiasakan diri menggunakan energi secara lebih efisien. Situasi yang terjadi saat ini menjadi pengingat bahwa energi adalah sumber daya yang harus dijaga bersama," tuturnya.

Selain menerapkan kebijakan internal, Pemkot Bekasi juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya penghematan energi dengan mengurangi penggunaan listrik yang tidak diperlukan di rumah maupun tempat usaha.

Baca Juga: Truk Muatan Material Bangunan Terguling di BKT Bekasi, Kemacetan Mengular hingga 4 Kilometer

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan penghematan. Matikan peralatan listrik yang tidak digunakan dan gunakan energi secara bijak. Kalau dilakukan bersama-sama, dampaknya akan sangat besar," kata Tri.

Ia menegaskan bahwa ketahanan energi merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat.

"Ketahanan energi bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Ini tanggung jawab kita bersama. Karena itu budaya hemat energi harus terus kita dorong di semua lapisan masyarakat," pungkasnya.***