BEKASI.POJOKSATU.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi akan melakukan pengecekan terkait penumpukan sampah di Kali SS Babelan yang diduga menjadi penyebab munculnya genangan di Jalan Duta Harapan, Bekasi Utara.
Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan pembersihan sampah di aliran kali tersebut sebenarnya dilakukan secara berkala oleh petugas. Namun, pihaknya akan menelusuri lebih lanjut penyebab menumpuknya sampah yang menghambat aliran air.
“Petugas sering membersihkan sampah di aliran itu. Paling tidak dua minggu sekali. Mungkin saat ini memang belum jadwalnya,” katanya.
Baca Juga: Sampah dan Sedimentasi Kali SS Babelan Diduga Picu Genangan Air di Jalan Duta Harapan Bekasi
Menurut Kiswatiningsih, evaluasi akan dilakukan untuk memastikan apakah terdapat keterlambatan penanganan atau faktor lain yang menyebabkan kondisi tersebut terjadi.
“Nanti saya cek apa ada keterlambatan dan kenapa sampai seperti ini,” ujarnya.
Sebelumnya, genangan setinggi 5 hingga 10 sentimeter dilaporkan menutupi sebagian Jalan Duta Harapan yang berada di sisi Kali SS Babelan. Kondisi itu membuat jalan menjadi licin dan mengganggu aktivitas pengguna jalan.
Petugas kebersihan PJT II Harapan menyebut sampah dan sedimentasi lumpur yang menumpuk di saluran menjadi faktor utama terhambatnya aliran air. Sampah yang tersangkut di bawah jembatan menyebabkan air meluap ketika debit meningkat.
Selain persoalan sampah, pendangkalan kali juga disebut memperburuk kondisi saluran. Petugas mengungkapkan normalisasi terakhir Kali SS Babelan dilakukan pada 2017 dan sejak saat itu endapan lumpur kembali terbentuk.
Baca Juga: Truk Muatan Material Bangunan Terguling di BKT Bekasi, Kemacetan Mengular hingga 4 Kilometer
“Jadi bingung. Sebetulnya debit air enggak begitu banyak sesuai dengan aturan. Karena pendangkalan kali, jadinya meluber,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bekasi berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai terus meningkat agar upaya penanganan yang dilakukan pemerintah dapat berjalan lebih efektif dan risiko genangan dapat diminimalkan.***




