BEKASI.POJOKSATU.id – Genangan air setinggi sekitar 5 hingga 10 sentimeter kembali muncul di Jalan Duta Harapan, Bekasi Utara, Kota Bekasi. Kondisi tersebut diduga dipicu oleh tersumbatnya aliran Kali SS Babelan akibat tumpukan sampah dan sedimentasi lumpur yang menghambat laju air.

Genangan yang berada di sisi jalan dekat aliran kali membuat permukaan aspal menjadi licin dan mengganggu aktivitas pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

Seorang petugas kebersihan Kali SS Babelan dari PJT II Harapan menjelaskan bahwa aliran air tidak dapat mengalir secara maksimal karena banyak sampah yang menumpuk di saluran air, terutama di bawah jembatan.

Baca Juga: Truk Muatan Material Bangunan Terguling di BKT Bekasi, Kemacetan Mengular hingga 4 Kilometer

“Kadang ada stereofoam bekas AC dibuang sembarangan. Itu mengakibatkan pendangkalan lumpur dan macet di dalam jembatan ini,” kata dia, Rabu, 24 Juni 2026.

Menurutnya, sampah yang terbawa arus sering tersangkut di area bawah jembatan sehingga memperlambat aliran air. Saat debit meningkat, air pun meluap hingga ke badan jalan.

Ia menilai kebiasaan sebagian warga yang masih membuang sampah ke sungai menjadi penyebab utama terjadinya pendangkalan saluran.

“Warganya kagak tertib buang sampah. Akibatnya jadi pendangkalan lumpur. Kalau warganya tertib kagak kayak gini,” ujarnya.

Petugas mengaku pembersihan sampah rutin dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi. Namun, volume sampah yang terus muncul membuat persoalan tersebut belum dapat teratasi sepenuhnya.

“Kadang seminggu sekali dibersihin kalau emang numpuk banget,” katanya.

Baca Juga: TP PKK Kota Bekasi Tingkatkan Kemampuan Public Speaking Kader Lewat Seminar dan Pelatihan

Selain menghambat aliran air, genangan yang meluber ke jalan juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

“Kekhawatirannya gitu, takut jatuh doang. Licin soalnya walaupun jalannya mulus,” kata dia.

Pemerintah Kota Bekasi kembali mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai guna mencegah pendangkalan saluran serta mengurangi risiko genangan dan banjir di kawasan perkotaan.***