BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kota Bekasi terus menunjukkan langkah terintegrasi dalam membangun ekosistem ekonomi daerah melalui sinergi sektor fesyen, digitalisasi UMKM, dan pengembangan konsep Sport City.
Komitmen tersebut terlihat dalam kehadiran Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, pada ajang Nusantara Modest yang menjadi etalase busana muslim dan industri kreatif nasional.
Dalam kesempatan itu, Tri Adhianto dan Wiwiek Hargono tampil mengenakan karya desainer asal Kota Bekasi.
Baca Juga: Stasiun Bekasi Ditata Ulang, PKL Ditertibkan, Warga Dijanjikan Kawasan Lebih Nyaman
Langkah tersebut tidak sekadar simbolik, melainkan menjadi pesan kuat bahwa pemerintah daerah hadir langsung untuk membuka akses promosi dan pasar bagi pelaku industri kreatif lokal.
“Kota Bekasi memiliki banyak talenta desainer yang kreatif dan inovatif. Dengan mengenakan karya mereka di ajang nasional seperti Nusantara Modest, kami ingin menunjukkan bahwa produk lokal Bekasi layak mendapat panggung yang lebih luas,” ujar Tri Adhianto.
Upaya penguatan industri fesyen lokal ini berjalan beriringan dengan transformasi digital UMKM.
Baca Juga: Pergerakan Tanah Rusak Rumah Warga di Bekasi, BPBD Tegaskan Ini Tanggung Jawab Pengembang
Dalam rangkaian acara yang sama, Pemerintah Kota Bekasi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Netzme terkait layanan pembayaran digital.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendorong UMKM dan wirausaha di lingkungan Pemkot Bekasi agar lebih adaptif terhadap ekosistem ekonomi digital.
Menurut Tri Adhianto, digitalisasi pembayaran bukan sekadar mempermudah transaksi, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun UMKM yang berdaya saing.
Baca Juga: Kemacetan Stasiun Bekasi Jadi Sorotan, Ini Langkah Pemkot Bekasi untuk Menguranginya
“Pembayaran digital bukan hanya soal kemudahan transaksi, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha untuk berkembang lebih cepat, terhubung dengan ekosistem ekonomi digital, serta meningkatkan daya saing UMKM Kota Bekasi,” jelasnya.
Selain fesyen dan UMKM, Pemerintah Kota Bekasi juga menyiapkan sektor olahraga sebagai penggerak ekonomi melalui konsep Sport City.
Tri Adhianto menegaskan bahwa pengembangan Kota Bekasi sebagai kota olahraga tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada dampak ekonomi dan produktivitas masyarakat.
“Kami ingin Kota Bekasi menjadi Sport City yang hidup, di mana aktivitas olahraga mendorong masyarakat menjadi lebih sehat, produktif, dan kreatif,” ungkapnya.
Ia menambahkan, berbagai event olahraga diharapkan mampu menarik kunjungan dari luar daerah dan menciptakan efek domino bagi sektor pariwisata, kerajinan, serta UMKM.
Baca Juga: Meriah, Ribuan Peserta Ikuti Cosmo Run 2026 LCC di Meikarta
“Ketika orang datang ke Bekasi untuk olahraga atau event, kami ingin mereka juga mengenal dan membeli produk kerajinan serta produk UMKM Kota Bekasi. Inilah ekosistem yang ingin kami bangun,” tambah Tri.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Bekasi Wiwiek Hargono menilai kolaborasi antara pemerintah, desainer, dan pelaku industri kreatif menjadi kunci keberlanjutan sektor fesyen dan kerajinan.
Ia berharap kegiatan seperti Nusantara Modest dapat menjadi agenda rutin tahunan, sekaligus memperkuat posisi Bekasi dalam peta ekonomi kreatif nasional.***




