BEKASI.POJOKSATU.ID - Kemacetan panjang terjadi di ruas Jalan Siliwangi Narogong, tepatnya di wilayah Bantargebang, Kota Bekasi.

Kepadatan lalu lintas diduga dipicu oleh antrean panjang truk sampah yang hendak masuk ke TPST Bantargebang sehingga membuat arus kendaraan tersendat di jalur utama tersebut.

Deretan truk sampah terlihat mengular hingga ke badan jalan, membuat ruang lalu lintas menyempit.

Kondisi ini menyebabkan kendaraan lain harus bergantian melintas, sehingga memperlambat arus kendaraan dari kedua arah.

Baca Juga: Program Sembako Murah Diserbu Warga, Pemkab Bekasi Usulkan Penambahan Anggaran Operasi Pasar Tahun Depan

Kemacetan bahkan sudah terasa sejak kawasan Flyover Cipendawa di wilayah Rawalumbu.

Kepadatan semakin parah ketika kendaraan memasuki kawasan Jalan Siliwangi Narogong yang menjadi akses utama menuju lokasi pengolahan sampah tersebut.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah truk sampah terparkir memanjang di sisi kiri jalan menuju TPST Bantargebang.

Banyaknya kendaraan besar yang berhenti di tepi jalan membuat jalur lalu lintas menjadi lebih sempit sehingga kendaraan lain harus memperlambat laju.

Baca Juga: Askot PSSI Bekasi Dorong Pembinaan Sepak Bola Usia Dini, SSB dan Klub Bersiap Ikuti Liga Jabar Istimewa

Salah satu pengguna jalan, Alvin (22), mengaku kesulitan melintas akibat kemacetan yang terjadi. Ia mengatakan kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut cukup panjang dan menyulitkan pengendara yang hendak menuju wilayah lain di Bekasi.

“Sangat menyulitkan pengendara, macetnya panjang,” keluh Alvin.

Kemacetan tidak hanya disebabkan oleh antrean truk sampah, tetapi juga diperparah oleh padatnya kendaraan yang melintas di jalur tersebut.

Jalan Siliwangi Narogong merupakan salah satu jalur utama yang dilalui berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi hingga kendaraan berdimensi besar.

Akibatnya, ketika sebagian badan jalan digunakan untuk antrean truk, arus lalu lintas menjadi tersendat dan memicu kemacetan panjang dari dua arah, baik dari arah Cileungsi maupun dari arah Cipendawa.

Kondisi ini juga mendapat perhatian dari anggota DPRD Kota Bekasi, Anton, yang menilai kemacetan akibat antrean truk sampah perlu segera ditangani agar tidak terus merugikan masyarakat.

Ia menyebut banyak warga yang menyampaikan keluhan terkait kemacetan yang kerap terjadi di jalur tersebut, terutama pada jam-jam sibuk ketika aktivitas masyarakat meningkat.

“Harus cepat diperbaiki agar lalu lintas tidak macet panjang seperti ini,” kata Anton.

Baca Juga: Jalan Rusak di Wibawa Mukti II Akhirnya Ditambal, Keluhan Warga Jatiasih Mulai Ditindaklanjuti

Menurutnya, pengelolaan operasional di TPST Bantargebang perlu dibenahi agar antrean truk tidak meluber hingga ke badan jalan.

Dengan pengaturan yang lebih baik, diharapkan aktivitas pengangkutan sampah tetap berjalan tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas.

Kemacetan yang terus terjadi dikhawatirkan tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi masyarakat yang setiap hari melintas di jalur tersebut.

Karena itu, penanganan yang cepat dan terkoordinasi dinilai penting agar arus lalu lintas di kawasan Bantargebang dapat kembali normal.***