BEKASI.POJOKSATU.ID - Tumpukan sampah di Kaliabang Ceger, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, dilaporkan telah menutup setengah badan jalan dan dibiarkan menumpuk selama sekitar enam bulan terakhir.
Berdasarkan pantauan di lokasi, mayoritas sampah yang menggunung tersebut merupakan sampah rumah tangga. Tumpukan sampah tampak memanjang sekitar 10 hingga 15 meter di sepanjang ruas Jalan Kaliabang Ceger.
Salah satu warga setempat, Rohayah (57 tahun), mengungkapkan bahwa kondisi tersebut terjadi akibat kapasitas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang sudah penuh dan tidak mampu menampung volume sampah tambahan.
“Sekira setengah tahunan atau enam bulanan sampah itu,” ujar Rohayah, Kamis, 15 Januari 2026.
Baca Juga: Koperasi Merah Putih Jadi Alasan Bekasi Rem Moratorium Minimarket
Ia menjelaskan bahwa sampah-sampah tersebut bukan hanya berasal dari warga sekitar, melainkan juga dibuang oleh pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
“Sampah rumah tangga tapi sampah liar, bukan sampah warga sini aja. Dari mana aja jadinya orang buang,” ungkap dia.
Rohayah menambahkan, keberadaan tumpukan sampah di Kaliabang ini tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Baca Juga: Ratusan SPPG Beroperasi, Disnaker Bekasi Hitung Dampak Besar ke Pengangguran
“Bau kadang timbul, terus picu ada kecelakaan motor yang lagi jalan kencang tidak tahu waktu malam-malam melihat sampah nabrak gitu,” jelas dia.
Menurutnya, Pemerintah Kota Bekasi sempat melakukan pengangkutan sampah menggunakan armada truk besar. Namun, proses tersebut belum menyelesaikan persoalan karena volume sampah yang terlalu banyak.
“Kalau pemerintah sih sudah pernah ngangkut pakai mobil yang gede itu, tapi kebanyakan sampah jadinya. Masih ada sisa,” katanya.
Ia pun berharap Pemkot Bekasi segera melakukan penanganan menyeluruh agar tumpukan sampah di Kaliabang dapat dibersihkan sepenuhnya.
“Pengennya bersih aja cepat diangkut dan yang hilang bau,” tutup Rohayah.***




