BEKASI.POJOKSATU.ID - Tekanan ekonomi yang kian berat mendorong pedagang daging sapi di Kota Bekasi memilih mogok berjualan.

Aksi ini dipicu oleh melonjaknya harga sapi timbang hidup, baik lokal maupun impor, yang dinilai tidak sebanding dengan daya beli masyarakat.

Mogok dilakukan selama tiga hari, mulai Kamis 22 Januari hingga Sabtu 24 Januari, dan berlangsung serentak di wilayah Jabodetabek.

Baca Juga: Puluhan Aset Kendaraan Pemkot Bekasi Jadi Rongsokan di Padurenan Mustika Jaya

Di Pasar Baru Bekasi, sejumlah lapak pedagang daging sapi tampak tutup.

Spanduk solidaritas terpasang sebagai penanda bahwa aksi tersebut merupakan bentuk protes atas kondisi usaha yang semakin terjepit.

Para pedagang mengeluhkan kenaikan harga sapi hidup yang terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir, ditambah dengan naiknya harga daging karkas di Rumah Potong Hewan (RPH).

Baca Juga: Layanan Aduan 24 Jam Dibuka, Kapolres Metro Bekasi Pastikan Semua Pesan Warga Ditindaklanjuti

Kondisi tersebut membuat margin keuntungan pedagang semakin menipis.

Di sisi lain, daya beli masyarakat justru melemah, sehingga pedagang kesulitan menaikkan harga jual.

“Kalau harga sapi terus naik, kami mau jual berapa? Konsumen sekarang juga lagi turun daya belinya,” keluh salah satu pedagang di Pasar Baru Bekasi.

Baca Juga: Transjakarta Perpanjang Jangkauan ke Perbatasan Bekasi, Ini Rute Baru 2B

Rencana mogok berjualan ini dibenarkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi yang melakukan pemantauan langsung di Pasar Baru Bekasi.

Analis Perdagangan Disdagperin Kota Bekasi, Eko Wijatmiko, mengatakan pedagang memilih menyampaikan aspirasi dengan cara tidak berjualan.

“Betul, mereka menyampaikan aspirasi dengan cara tidak berjualan, bukan dengan aksi demonstrasi ke Jakarta,” kata Eko, Rabu 21 Januari 2026.

Eko menjelaskan, harga daging sapi di pasar saat ini memang mengalami kenaikan.

Berdasarkan hasil monitoring Disdagperin, harga daging sapi bervariasi antara Rp135 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram.

Baca Juga: Wali Murid Tolak Opsi Relokasi SDN Burangkeng 4 di Luar RW Setempat

Angka tersebut naik dari harga normal yang sebelumnya berada di kisaran Rp130 ribu per kilogram.

“Keluhan utama pedagang adalah harga bahan baku yang terus naik, sementara daya beli masyarakat justru menurun,” ungkap Eko.

Ia menambahkan, monitoring pasar dipimpin langsung Kepala Disdagperin Kota Bekasi, Ika Indah Yarti.

Baca Juga: Rumah Rusak Diterjang Luapan Sungai, Warga Muaragembong Minta Perlindungan Permanen

Seluruh aspirasi pedagang daging sapi akan ditampung dan diteruskan kepada pemerintah pusat melalui koordinasi dengan kementerian terkait.

“Kami menampung keluhan pedagang dan akan meneruskannya ke kementerian terkait. Kami juga mengimbau agar aksi mogok ini tetap berjalan kondusif,” pungkas Eko.

Pedagang berharap pemerintah segera turun tangan mengendalikan harga sapi hidup dan karkas, agar roda usaha kembali berjalan normal.

Mereka menilai, tanpa intervensi kebijakan, tekanan biaya yang tinggi akan terus mengancam keberlangsungan usaha pedagang daging sapi, khususnya di pasar tradisional seperti Pasar Baru Bekasi.***