BEKASI.POJOKSATU.id – Penyidik Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota mengidentifikasi dan mendalami dua akun Instagram baru terkait kasus mobilisasi pelajar dalam aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan. Kedua akun tersebut diketahui dikelola oleh tiga orang yang seluruhnya masih berstatus sebagai pelajar aktif.

Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Verdika Bagus Prasetya, menjelaskan bahwa penyidik tengah memadukan keterangan ketiga pelajar tersebut dengan jejak digital percakapan dalam grup media sosial guna memetakan peran masing-masing pengelola.

“Kami mendalami bagaimana ajakan disampaikan, siapa yang meneruskan, serta bagaimana respons penerimanya. Setiap orang bisa memiliki peran berbeda, sehingga keterangannya harus kami cocokkan dengan bukti yang diperoleh,” ujar Verdika dalam keterangan resmi, Rabu, 30 September 2026.

Baca Juga: Peringati Harganas Ke-54, TP PKK dan DPPKB Kota Bekasi Gelar Semarak Keluarga Tangguh hingga Luncurkan Inovasi Karya

Verdika menggarisbawahi bahwa kepolisian akan terus memburu seluruh akun maupun aktor intelektual di balik pergerakan ini, termasuk menelisik indikasi adanya pihak yang memfasilitasi hingga mendanai aksi kerusuhan pelajar tersebut.

Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Putu Kholis Aryana, memberikan imbauan keras kepada para alumni dan senior agar tidak menyalahgunakan pengaruh mereka untuk menghasut adik kelas dalam tindakan kekerasan atau tawuran berkedok solidaritas.

“Jangan menjadikan solidaritas sekolah atau loyalitas kepada alumni sebagai tekanan agar pelajar mengikuti ajakan yang membahayakan mereka. Mereka tidak perlu membuktikan keberanian melalui tawuran atau kekerasan. Alumni seharusnya membantu adik-adiknya menyelesaikan sekolah dan membuka kesempatan bagi masa depan mereka,” tegas Putu Kholis.***