BEKASI.POJOKSATU.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mencatat volume sampah TPA Sumurbatu selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) mengalami fluktuasi, namun masih dalam batas terkendali.
Berdasarkan hasil monitoring, sampah yang masuk ke TPA Sumurbatu berada di kisaran 800 hingga 1.200 ton per hari.
Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, menyebutkan bahwa angka tersebut relatif lebih rendah dibandingkan rata-rata timbulan sampah harian pada periode sebelumnya.
“Angka tersebut dinilai relatif lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata timbulan sampah harian pada periode sebelumnya,” jelas dia, Jumat, 2 Januari 2026.
Baca Juga: Sampah Malam Tahun Baru di Bekasi Capai 30 Ton, DLH Pastikan Penanganan Optimal
Menurut Kiswatiningsih, periode Nataru identik dengan peningkatan aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu lonjakan timbulan sampah. Namun, kondisi sampah TPA Sumurbatu tetap dapat dikendalikan berkat sistem pengelolaan yang telah disiapkan secara matang.
“Kami kendalikan berkat optimalisasi sistem pengangkutan, penempatan armada di titik-titik strategis, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi lapangan secara berkelanjutan guna mencegah terjadinya penumpukan sampah,” ucapnya.
Ia menambahkan, secara kumulatif dari seluruh UPTD di Kota Bekasi, pengelolaan sampah selama Nataru menunjukkan tren positif penurunan timbulan sampah.
Baca Juga: Tantangan Awal 2026, Wali Kota Bekasi Fokus Benahi Guru dan Tenaga Medis
“Jika dilihat secara kumulatif dari seluruh UPTD di Kota Bekasi, kondisi ini menunjukkan tren positif pengurangan timbulan sampah. Hal tersebut menjadi indikator bahwa upaya edukasi kepada masyarakat, kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah, serta penerapan regulasi yang konsisten telah mulai memberikan hasil nyata di lapangan,” tutup Kiswatiningsih.




