BEKASI.POJOKSATU.id - Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto, bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balai Kota DKI Jakarta pada Senin, 7 Juli 2025, untuk membahas sejumlah isu strategis yang berdampak langsung pada masyarakat Jabodetabek, khususnya Kota Bekasi.
Pertemuan ini menandai penguatan kerja sama lintas wilayah antara Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan fokus pada tiga isu utama: integrasi sistem transportasi, penyediaan air bersih, dan pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Park and Ride dan Transportasi Terintegrasi
Salah satu isu penting yang dibahas adalah integrasi transportasi melalui pengembangan fasilitas park and ride.
Baca Juga: BPBD Kota Bekasi: Tiga Wilayah Terdampak Banjir Akibat Luapan Kali Bekasi
Kedua pihak sepakat membentuk tim bersama untuk merumuskan skema kolaborasi, termasuk pemetaan lokasi dan pembagian peran.
“Park and ride bukan hanya lahan parkir, tapi bisa dikembangkan menjadi kawasan produktif yang mendukung mobilitas perkotaan, termasuk kuliner, UMKM, dan layanan penunjang lainnya,” ujar Wali Kota Tri Adhianto.
Suplai Air Bersih dari DKI untuk Bekasi
Dalam pertemuan itu, Gubernur DKI Pramono Anung menyatakan komitmennya untuk mendukung penguatan Perumda Tirta Patriot dalam menjamin ketersediaan air bersih bagi warga Bekasi.
Pemprov DKI Jakarta melalui PAM Jaya akan membantu suplai air baku ke Kota Bekasi sebagai wujud solidaritas antarwilayah.
“Kita menyambut baik langkah DKI yang mau berbagi air baku dengan daerah tetangga. Ini bentuk kerja sama metropolitan yang konkret,” imbuh Tri.
Perpanjangan Kerja Sama TPST Bantargebang
Kedua pemerintah daerah juga sepakat untuk memperpanjang kerja sama pengelolaan TPST Bantargebang yang akan berakhir pada 2026. Kerja sama ini dinilai vital bagi kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Baca Juga: Banjir 2 Meter Rendam Gang Mawar VI, Warga Bertahan di Lantai Dua
“Bantargebang adalah tanggung jawab bersama. Kita harus bersinergi agar pengelolaannya semakin baik dan memberi manfaat bagi kedua wilayah,” kata Gubernur Pramono.
Sebagai bentuk komitmen, Pemkot Bekasi dan Pemprov DKI Jakarta juga membahas pembangunan dua flyover tambahan di wilayah Kemang Pratama dan Pasar Bantargebang untuk memperlancar lalu lintas truk sampah dan meminimalisasi dampak kesehatan bagi warga.
Usulan Pembangunan Rusun di Perbatasan
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Bekasi juga mengusulkan pembangunan dua rumah susun (rusun) di sekitar Stasiun Bekasi dan Stasiun Cakung. Rusun ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan hunian masyarakat di wilayah perbatasan Jakarta-Bekasi.
“Kami ingin kolaborasi ini terus diperkuat, karena sinergitas antarwilayah menjadi kunci dalam menghadirkan layanan publik yang merata dan berkeadilan,” pungkas Tri.(adv)***




