BEKASI.POJOKSATU.ID - Momen tak biasa terjadi saat Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, meninjau kondisi Jalan Raya Caringin, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Minggu 22 Februari 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Tri secara spontan menghentikan sebuah truk kontainer yang melintas di ruas jalan yang mengalami kerusakan berat, lalu menegur langsung sopirnya di tengah jalan.
Adegan itu terekam dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya dan langsung menjadi sorotan publik.
Baca Juga: Santri di Kota Bekasi Jadi Korban Pencabulan, Pelaku Mengaku Anggota TNI
Dengan nada tegas, Tri meluapkan kekesalannya atas kondisi jalan yang rusak parah namun tetap dilintasi kendaraan bertonase besar.
“Jalan ini rusak karena apa? Salah satunya karena kamu ini!” kata Tri kepada sopir truk, ujar Tri, dikutip dari instagram @mastriadhianto, 23 Februari 2026.
Aksi tersebut mencerminkan respons cepat kepala daerah terhadap persoalan infrastruktur yang dikeluhkan warga.
Baca Juga: Ade Puspitasari: Masa Depan Bangsa Ditentukan Generasi Muda Melek Teknologi dan Politik
Tri menilai salah satu faktor utama kerusakan Jalan Raya Caringin adalah kendaraan dengan muatan berat yang melintas tidak sesuai dengan kelas jalan kota.
Infrastruktur di wilayah tersebut, menurutnya, memiliki batas daya dukung dan tidak dirancang untuk dilalui truk kontainer secara terus-menerus.
“Kami akan tindak tegas kendaraan besar yang memaksakan melintas di jalur ini. Jalan kota punya batas kemampuan. Kalau dilanggar terus, yang dirugikan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Ade Puspitasari Konsisten Dukung UMKM, Sempatkan Beli Kopi Keliling di Setiap Kegiatan
Tri menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar tentang jalan berlubang atau aspal terkelupas, melainkan juga menyangkut keselamatan warga.
Ia mengingatkan bahwa pembiaran terhadap pelanggaran tonase bisa berujung pada kecelakaan lalu lintas.
“Kalau dibiarkan terus, ini bukan hanya soal jalan rusak, tapi soal keselamatan warga. Saya tidak ingin ada korban karena pembiaran,” tegasnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kerusakan Jalan Raya Caringin membentang sepanjang sekitar 200 hingga 300 meter.
Sejumlah lubang dengan kedalaman diperkirakan 10 hingga 20 sentimeter terlihat di berbagai titik.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Beri Penghargaan PROKLIM dan Umumkan Evaluasi Medsos Perangkat Daerah
Permukaan aspal terkelupas dan tidak merata, bahkan saat hujan genangan air menutup lubang sehingga sulit terlihat oleh pengendara.
Kondisi tersebut dinilai berisiko tinggi, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas menuju kawasan Mustikasari dan Mustikajaya.
Tri menyebut ruas jalan itu sebenarnya telah dua kali diaspal dengan ketebalan lapisan hampir 10 sentimeter.
Baca Juga: Warga Villa Mas Garden Minta Polisi Tingkatkan Patroli Selama Ramadhan
Namun, daya tahannya tetap tidak mampu menahan beban kendaraan yang melampaui ketentuan.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Bekasi berencana memasang portal pembatas kendaraan di ruas tersebut.
Tri mengaku telah menginstruksikan Dinas Perhubungan dan Bina Marga untuk segera merealisasikan kebijakan itu guna mencegah truk bertonase besar kembali melintas.
Baca Juga: Aksi Perang Sarung di Villa Mas Garden Bubar saat Polisi Datang, Beberapa Ngumpet di Masjid Ad Taqwa
“Saya perintahkan Dinas Perhubungan dan Bina Marga untuk memasang portal, sehingga umur jalan menjadi lebih lama,” ucapnya.
Selain pemasangan portal, kendaraan bertonase besar akan diarahkan ke jalur alternatif yang sesuai dengan spesifikasi kelas jalan.
Pengawasan terhadap kendaraan berat juga dipastikan akan diperketat agar kerusakan tidak terus berulang.
Aksi turun langsung dan teguran terbuka tersebut menjadi simbol kepemimpinan tegas di tengah keluhan warga soal jalan rusak.
Di tengah tekanan kebutuhan mobilitas dan distribusi barang, Pemkot Bekasi menegaskan bahwa kepentingan keselamatan dan kenyamanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.***




