BEKASI.POJOKSATU.id – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen menjaga keberlangsungan pelayanan publik, termasuk layanan di RSUD Kota Bekasi, serta memastikan pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap berjalan meski daerah tengah menghadapi tantangan keuangan.
Tri Adhianto menyampaikan bahwa proses pembayaran gaji ASN untuk Januari masih dalam tahap penyelesaian administrasi dan diupayakan tidak mengalami keterlambatan. Menurutnya, kehati-hatian diperlukan karena kondisi anggaran saat ini merupakan kelanjutan dari kebijakan sebelumnya, termasuk pengaturan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi guru.
“Kalau disamakan tanpa perhitungan matang, anggaran bisa jebol. Kita harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” kata Tri Adhianto, Rabu pagi, 21 Januari 2026.
Baca Juga: Kereta Api Tabrak Pejalan Kaki di Perlintasan Agus Salim Bekasi Jaya
Ia menekankan bahwa pembiayaan petugas lapangan tetap menjadi prioritas utama. Menurutnya, peran petugas kebersihan, pasukan katak, hingga operator alat berat sangat krusial dalam menjaga kebersihan kota dan mengantisipasi banjir.
“Kalau mereka tidak berjalan, sampah akan menumpuk dan penanganan banjir menjadi sulit,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bekasi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas berbagai keterbatasan yang masih dirasakan selama satu tahun masa pemerintahannya. Ia memastikan seluruh masukan masyarakat akan terus menjadi bahan evaluasi.
Terkait pelayanan kesehatan, Tri Adhianto menyebut bahwa layanan di rumah sakit secara umum tetap berjalan. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah catatan, seperti ketersediaan ICU, PICU, alat operasi, hingga fasilitas lift rumah sakit yang saat ini tengah dibenahi secara bertahap.
Baca Juga: Bekasi Resmikan Polder Griya Bintara untuk Cegah Banjir di Bekasi Barat
“Semua masukan kami terima dan sedang kami perbaiki secara berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tri Adhianto menjelaskan bahwa pemerintah daerah melakukan efisiensi internal menyusul adanya belanja wajib dan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, termasuk sektor pengelolaan sampah. Langkah tersebut dilakukan agar kewajiban pemerintah tetap terpenuhi dan beban anggaran ke depan dapat ditekan.
Menutup pernyataannya saat coffee morning bersama jajaran aparatur di RSUD dr. Chasbullah Abdulmajid, Tri Adhianto menegaskan komitmennya sebagai kepala daerah untuk bertanggung jawab penuh atas kondisi tersebut.
“Situasinya memang tidak mudah, tetapi dengan kebersamaan kita bisa melewatinya. Ini menjadi tanggung jawab saya sebagai wali kota,” pungkasnya.***




