BEKASI.POJOKSATU.id — Pemerintah Kota Bekasi mendorong penguatan pasar rakyat sebagai salah satu strategi untuk menggerakkan perekonomian daerah dan menjaga daya beli masyarakat.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengatakan besarnya jumlah penduduk menjadi salah satu modal ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan aktivitas perdagangan dan menarik investasi.

Hal itu disampaikan Tri saat menghadiri acara “1001 Pasar Rakyat” di Kota Bekasi, Minggu (4/10/2026).

Tri menyebut jumlah penduduk Kota Bekasi saat ini hampir mencapai 2,6 juta jiwa. Jumlah tersebut membuat potensi pasar di Kota Bekasi cukup besar.

“Potensi pasar yang besar menjadi peluang bagi investor untuk mengembangkan usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Tri.

Menurut Tri, potensi pasar bahkan semakin besar pada akhir pekan. Mobilitas masyarakat yang masuk dan beraktivitas di Kota Bekasi disebut dapat membuat jumlah penduduk yang berada di wilayah tersebut mencapai sekitar tiga juta orang.

“Kalau akhir pekan mungkin mencapai tiga juta orang, ini pasar yang luar biasa,” ujarnya.

Baca Juga : Tindak Lanjuti Aduan Layanan 110, Polsek Cikarang Utara Cek Lokasi Kontrakan di Karangasih

Namun, Tri menilai besarnya potensi tersebut perlu diikuti dengan kemampuan untuk mengelolanya. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat menjadi penting.

“Tinggal sekarang mampukah kita memanfaatkannya melalui kolaborasi yang apik antara pengusaha, pemerintah, dan masyarakat,” katanya.

Tri mengatakan Pemkot Bekasi juga mulai melakukan pembenahan terhadap pasar-pasar rakyat. Pembenahan tersebut diarahkan untuk menciptakan aktivitas perdagangan yang lebih baik dan memberikan kepastian bagi para pedagang.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki ruang untuk melakukan intervensi terhadap sejumlah komponen biaya yang harus ditanggung pedagang.

Baca Juga : Menko PM Dorong Pasar Rakyat Jadi Penggerak Ekonomi UMKM

Mulai dari sewa kios, kebersihan, parkir, listrik hingga berbagai kebutuhan operasional lainnya.

“Pemerintah daerah dapat mengintervensi masalah sewa kios, kebersihan, parkir, listrik, dan berbagai kebutuhan pedagang lainnya,” ujar Tri.

Ia berharap pengelolaan berbagai komponen tersebut dapat membantu menekan biaya operasional pedagang. Dengan biaya yang lebih terkendali, pedagang diharapkan dapat menawarkan harga barang yang lebih terjangkau.

Tri menilai harga barang yang terjangkau akan berdampak terhadap daya beli masyarakat. Ketika masyarakat mampu berbelanja, aktivitas perdagangan ikut bergerak dan perputaran uang di tingkat lokal menjadi lebih cepat.

“Pada saat harga murah, pedagang bisa memberikan harga yang murah. Hal ini membuat perekonomian akan semakin lancar,” katanya.

Karena itu, penguatan pasar rakyat tidak hanya berkaitan dengan peningkatan aktivitas perdagangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga roda perekonomian Kota Bekasi.

Dengan potensi pasar yang besar, Pemkot Bekasi berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga aktivitas ekonomi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.***