POJOKSATU.id - Menikah selama 8 tahun, seorang wanita bernama Ayu Sugeng, 30 tahun, menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang diduga dilakukan suaminya sendiri.
Ayu, panggilan akrabnya menceritakan, awal mula kekerasan yang dialaminya baru dialaminya sejak tahun 2015 silam.
Dia menyebutkan, karakter suaminya itu sendiri tidak muncul saat momen berpacaran.
"Awal mula kenal pas di kantor, yang saya tahu dia anak baik-baik. Gak lama deket, kita menikah, saya juga gak tau dia sering melakukan kekerasan," kata Ayu, Jumat, 28 Maret 2023.
Dirinya menjadi sasaran kekerasan ketika suaminya sesekali tertangkap basah melakukan sewa PSK secara daring atau menghubungi mantan pacarnya yang sudah menikah.
Dia juga menerangkan sang suami muncul dengan alasan sepele yang terjadi. Misalnya, ketika dirinya salah menyajikan makanan yang tidak sesuai dengan suami.
“Saya pernah salah goreng telor karena enggak mirip sama telor yang digoreng sama mamahnya, itu saya juga pernah dipukulin,” jelas dia.
BACA JUGA: Kembali Berkarir setelah Kasus KDRT, Lesti Berterima Kasih Lagu Terbarunya ‘Insan Biasa’ Trending 1 di YouTube
Ayu menyebutkan biasanya kekerasan yang didapatkan yakni pukulan ataupun tendangan. Tak jarang, akibat hantaman itu dirinya mengalami luka di sekujur wajahnya.
“Kebanyakan ditendang dan dipukul di area kepala. Terakhir kepalaku diadu dengan kepalanya,” ungkap dia.
Meskipun kerap menjadi bulan-bulanan sang suami selama 8 tahun, Ayu baru melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Hal itu dilakukan lantaran dirinya sudah tidak tahan terhadap perlakuan suami. Apalagi, kekerasan tetap terjadi meski laporan polisi sudah dilayangkan pada 15 April 2023.
BACA JUGA: Imbas Kasus KDRT Kehilangan Milirian Rupiah, Rizky Billar Akui Terluka Teman-Temannya Menjauh
“Sebenarnya (laporan), saya maunya hanya pelaku dan keluarganya gak menghalangi mau berpisah dengan dia. Cuman karena hari ini lemari saya sempat diancurin lagi jadi itu trigger saya lagi,” tegas dia.
Polisi benarkan korban sudah lapor
Kepala Seksi Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari membenarkan adanya laporan dari korban.
Erna menyebutkan akan mendatangi kediaman korban, besok, Jumat, 29 April 223.
“LP sudah ditindaklanjuti dan hasil komunikasi lewat HP dengan petugas PPA besok akan bertemu ke rumah korban dengan petugas DP3A Kota Bekasi," kata dia.
BACA JUGA: Kota Bandung Yana Mulyana Imbau Warga Laporkan Kasus KDRT
"Korban meminta bantuan untuk anak-anaknya dikonseling besok, jam 10 akan bertemu di rumah korban,” demikian kata dia.
Penulis: Adika F. Utomo
Editor: Andi Saddam




