BEKASI.POJOKSATU.id – Pengajian yang digelar di rumah seorang perempuan berinisial Putri Yeni, akrab disapa Umi Cinta, di Perumahan Dukuh Zamrud, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, memicu keresahan warga.

Tokoh agama setempat, AH, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut rutin berlangsung setiap Minggu pagi. Namun, warga melaporkan adanya perubahan perilaku pada peserta pengajian, khususnya remaja yang menjadi enggan menuruti orang tua dan bahkan kerap melawan.

Sebaliknya, mereka justru cepat menuruti permintaan Putri Yeni alias Umi Cinta. Fenomena serupa terjadi pada sejumlah ibu rumah tangga yang kerap berselisih dengan suami, kecuali jika sang suami turut mengikuti pengajian tersebut.

Baca Juga: Ajaran Umi Cinta: Infak Rp1 Juta Masuk Surga

Selain perubahan perilaku, AH menyebut banyak jamaah mengalami kesulitan keuangan meski sebelumnya memiliki penghasilan memadai. Ia juga menyoroti adanya praktik infak terbuka, di mana jamaah diminta memberikan uang langsung tanpa amplop sehingga jumlahnya terlihat.

Perubahan penampilan jamaah perempuan turut menjadi perhatian warga. Ada yang semula berhijab namun memilih melepasnya setelah bergabung dalam pengajian tersebut.

Keresahan ini mendorong warga untuk menggelar aksi penolakan pada Minggu, 10 Agustus 2025, dengan membubuhkan tanda tangan di spanduk protes. Spanduk tersebut kini terpasang di depan rumah Umi Cinta sebagai bentuk penegasan sikap warga.***