BEKASI.POJOKSATU.ID - Dugaan peretasan terhadap situs resmi RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi menimbulkan kekhawatiran serius terkait keamanan layanan publik digital, khususnya akses masyarakat terhadap informasi layanan kesehatan.
Situs rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut diketahui menampilkan konten asing yang tidak berkaitan dengan layanan medis, bahkan mengarah pada promosi judi online.
Pada Selasa 13 Januari 2026, laman resmi RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid justru memuat artikel berbahasa asing dengan topik perjudian daring, seperti casino online dan gaming.
Baca Juga: Genangan Air di Tol Sedyatmo Masih Terjadi di Off Ramp Rawa Bokor, GT Pluit 3 Kembali Normal
Kondisi ini dinilai berbahaya karena situs rumah sakit merupakan rujukan utama masyarakat untuk memperoleh informasi layanan kesehatan, jadwal dokter, hingga pengumuman penting terkait pelayanan medis.
Munculnya konten tidak relevan di situs resmi RSUD CAM memicu keresahan warga.
Selain menimbulkan kebingungan, kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu kepercayaan publik terhadap sistem layanan kesehatan berbasis digital yang selama ini terus didorong pemerintah.
Baca Juga: BUMDes Tamansari Kembangkan Budidaya Cabai 1.000 Meter untuk Dorong Ekonomi Desa
Salah satu warga Bekasi Timur, Nanda, mengaku terkejut saat mengakses situs RSUD tersebut.
Ia awalnya berniat mencari informasi layanan rumah sakit, namun justru mendapati konten yang dinilai tidak pantas dan berbahaya.
“Kaget pas buka, kok isinya tulisan bahasa asing, ada tulisan judi online gitu, bukan informasi rumah sakit,” ujar Nanda, Selasa 13 Januari 2026.
Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Terapis Spa Sempat Berniat Bunuh Diri Usai Habisi Korban di Bekasi
Ia menilai kejadian tersebut tidak bisa dianggap sepele, mengingat tidak semua masyarakat memiliki literasi digital yang memadai.
Menurutnya, warga yang awam bisa saja salah mengakses atau terpapar konten ilegal yang seharusnya tidak muncul di situs layanan publik.
“Harapannya sih cepat dibenahi. Situs rumah sakit itu penting buat warga, jangan sampai malah jadi sumber masalah,” katanya.
Gangguan terhadap situs layanan kesehatan juga berpotensi menghambat distribusi informasi penting, terutama bagi pasien dan keluarga yang membutuhkan akses cepat dan akurat.
Dalam situasi tertentu, keterlambatan atau kesalahan informasi dapat berdampak langsung pada keselamatan pasien.
Baca Juga: 7 Fakta tentang Mochamad Djamhari, Bupati Bekasi Tahun 1993-1998
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari manajemen RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid terkait dugaan peretasan tersebut.
Pihak redaksi telah berupaya menghubungi jajaran manajemen rumah sakit untuk meminta klarifikasi dan penjelasan, namun belum memperoleh respons.
Kondisi ini menjadi peringatan penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem keamanan siber pada seluruh platform layanan publik digital.
Baca Juga: Bupati Bekasi 1993-1998 Mochamad Djamhari Tutup Usia
Keamanan informasi bukan hanya soal teknis, tetapi juga menyangkut perlindungan data, keselamatan pengguna, serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan pemerintah.
Kasus dugaan peretasan situs RSUD CAM Bekasi menegaskan bahwa penguatan keamanan digital harus menjadi prioritas.
Agar layanan publik berbasis daring tetap aman, andal, dan benar-benar melayani kepentingan masyarakat.***




