BEKASI.POJOKSATU.id – Aksi begal sepeda motor kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi. Kali ini, seorang remaja menjadi korban pembegalan di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, pada Selasa (24/3) dini hari.

Peristiwa tersebut bahkan terekam kamera pengawas (CCTV) dan viral di media sosial. Dalam rekaman berdurasi sekitar 51 detik itu, korban terlihat baru tiba di rumahnya sekitar pukul 04.19 WIB.

Saat hendak membuka pintu, dua orang pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat melintas di lokasi. Tak lama kemudian, keduanya memutar balik dan langsung menghampiri korban.

Salah satu pelaku yang mengenakan hoodie hitam turun dari motor dan langsung mengancam korban menggunakan senjata tajam. Pelaku berusaha merampas sepeda motor milik korban, yakni Yamaha Aerox.

Korban sempat memberikan perlawanan dan mencoba mempertahankan kendaraannya. Namun, situasi berubah ketika pelaku lain yang mengenakan hoodie putih ikut turun dan membantu mengancam korban.

Karena ketakutan, korban akhirnya memilih menyelamatkan diri dengan berlari masuk ke dalam rumah. Kedua pelaku pun dengan leluasa membawa kabur sepeda motor milik korban.

Baca Juga : 4 Orang Mata Elang yang Beraksi di Narogong Diburu Polisi

Kapolsek Setu AKP Usep Aramsyah membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut, peristiwa terjadi sekitar pukul 04.00 WIB dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan.

“Terkait kejadian pengancaman dengan kekerasan yang terjadi di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, itu kejadian jam 4.00 WIB. Saat ini dari Polsek sedang melakukan penyelidikan di lokasi,” ujar Usep, Sabtu 28 Maret 2026.

Meski video kejadian telah viral di media sosial, polisi mengungkapkan bahwa korban hingga kini belum membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.

Polisi pun mengimbau korban agar segera melapor guna mempercepat proses penanganan kasus tersebut.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas pada dini hari selama momen libur Lebaran. Pasalnya, sejumlah titik di wilayah Setu masih minim penerangan dan berpotensi rawan tindak kejahatan.

“Apabila melaksanakan kegiatan aktivitas dini hari, untuk lebih meningkatkan kewaspadaannya, terutama di wilayah Setu ini masih banyak area-area yang secara penerangannya masih kurang,” tambahnya.

Polisi juga mengingatkan warga agar segera melaporkan jika menemukan hal mencurigakan melalui call center Polri 110.***