BEKASI.POJOKSATU.id - Polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan yang berujung pada tewasnya seorang anak punk berinisial FA di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Salah satu tersangka adalah lady punk Mondy Tatto.
Selain Mondy Tatto, penyidik juga menetapkan Doni Darmawan alias Donal dan Darmin sebagai tersangka. Mondy dan Donal diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan, sedangkan Darmin diduga melakukan penikaman yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Kanit Reskrim Polsek Cikarang Barat AKP Engkus Kusnadi menjelaskan, peristiwa bermula ketika korban bersama sejumlah anak punk berkumpul di depan sebuah salon di Jalan Kiai Asnawi pada Sabtu malam, 27 Juli 2026. Saat itu terjadi perselisihan antara korban dan Donal yang kemudian berujung perkelahian.
Menurut Engkus, Donal sempat mendapat bantuan dari Mondy saat berkelahi dengan korban sebelum akhirnya aksi tersebut dilerai oleh rekan-rekan mereka.
Usai insiden tersebut, korban kembali berkumpul bersama teman-temannya di kawasan Ceger dan mengonsumsi minuman keras hingga dini hari. Sekitar pukul 03.00 WIB, korban bersama para tersangka berpindah ke kontrakan Mondy Tatto di Kampung Jatibaru, Kalijaya, Cikarang Barat.
Baca Juga: Polsek Babelan Selidiki Dugaan Pencurian Pagar Besi di SMPN 2 Babelan, Pelaku Terekam CCTV
Sekitar satu jam kemudian, korban kembali terlibat cekcok dengan Mondy dan Donal. Darmin yang berada di lokasi berupaya melerai pertengkaran tersebut. Namun, menurut hasil penyelidikan, korban diduga memukul kepala Darmin menggunakan tabung gas elpiji tiga kilogram setelah tidak menerima teguran.
Darmin kemudian diduga membalas dengan menusuk korban menggunakan pisau. Tusukan pertama mengenai bagian punggung korban.
“Dia ditusuk di bagian punggung belakang, sesuai dengan hasil autopsinya ada,” ujar AKP Engkus Kusnadi.
Korban sempat berusaha menyelamatkan diri ke kontrakan lain, tetapi terus dikejar. Polisi menyebut korban mengalami total tujuh luka tusukan sebelum akhirnya roboh di jalan.
Baca Juga: Anak 14 Tahun Jadi Korban Begal di Bekasi Selatan
Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit oleh rekan-rekannya. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat pendarahan yang dialami.
Saat ini penyidik masih mendalami peran masing-masing tersangka dan melanjutkan proses hukum untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa tersebut.




