BEKASI.POJOKSATU.id - Maraknya aksi tawuran yang melibatkan para pelajar, pihak kepolisian meminta pihak orang tua dan sekolah lebih ketat mengawasi kegiatan anak-anaknya.
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Mustofa, mengatakan, untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya, terutama di malam hari.
“Pastikan anak-anak sudah berada di rumah pada jam belajar dan tidak keluar hingga larut malam. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengawasi mereka,” kata Mustofa, Selasa 21 Oktober 2025.
Mustofa menilai, bahwa aksi kekerasan yang kerap melibatkan para pelajar dan remaja, umumnya dilakukan hanya untuk mencari jati diri dan sensasi tanpa memikirkan akibatnya.
Baca Juga : Polisi Bekasi Gagalkan Aksi Tawuran Remaja, Amankan Senjata Tajam dan Miras
"Masalah anak berhadapan dengan hukum, merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya aparat penegak hukum, tetapi juga orang tua, guru, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), serta Kementerian Sosial," tegas Mustofa.
Ia meminta agar para guru dan orang tua terus memantau aktivitas media sosial anak-anaknya, karena banyak aksi tawuran bermula dari tantangan di pesan langsung (DM) Instagram atau Facebook.
“Dari hasil pengamatan kami, di beberapa sekolah ditemukan kelompok pelajar yang membentuk geng tertentu. Aktivitas mereka sering berawal dari interaksi di media sosial,” tutup Mustofa.***




