BEKASI.POJOKSATU.ID - Kasus dugaan perampokan yang menewaskan EU (65) dan membuat istrinya, PW (60), kritis di Perumahan Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, mulai menemukan titik terang.

Polisi mengungkap dugaan kronologi awal bagaimana pelaku masuk ke dalam rumah korban pada dini hari.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Andi Muhammad Iqbal, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, pelaku diduga masuk melalui jendela bagian depan rumah yang dirusak.

Baca Juga: Bekas Bangli Ditinggal Tanpa Pagar, Bantaran Kali Karangraharja Berubah Kumuh dan Bau

“Untuk tersangka kami cek tadi dari olah TKP masuknya lewat jendela. Jadi jendela dirusak yang di pojok sana (depan rumah),” ujar Andi, Senin 2 Maret 2026.

Jendela yang dirusak tersebut berada di sisi depan rumah dan berbatasan langsung dengan pagar.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga pelaku lebih dulu memanjat pagar bagian depan rumah sebelum merusak jendela untuk masuk ke dalam.

Baca Juga: Ramadan 1447 H, Aparatur Desa Cijengkol Rutinkan Tadarus

Menurut Andi, dugaan tersebut diperkuat dengan temuan bekas jejak kaki di pagar rumah korban.

Pagar tersebut berbatasan dengan lahan kosong yang berada di dekat Jalan Raya Kalimalang.

“Jadi kemungkinan besar dari tembok di depan, kemudian langsung memanjat ke pintu pagar rumah. Depannya ini lahan kosong,” kata Andi.

Baca Juga: Jadwal Pasar Murah Bersubsidi Kota Bekasi Tanggal 2 Sampai 6 Maret 2026, Hanya untuk Pemegang Kupon

Keberadaan lahan kosong di depan rumah diduga memudahkan pelaku untuk mengamati situasi sekitar sebelum beraksi.

Area tersebut relatif minim aktivitas pada dini hari sehingga diduga dimanfaatkan pelaku untuk menghindari perhatian warga.

Polisi juga menyebut rumah korban tidak dilengkapi kamera pengawas (CCTV).

Kondisi ini menjadi salah satu tantangan dalam proses penyelidikan karena tidak ada rekaman langsung yang dapat memperlihatkan pergerakan pelaku saat masuk maupun keluar dari lokasi.

Meski demikian, penyidik kini tengah memeriksa rekaman CCTV milik warga di sekitar lokasi guna menelusuri jejak pelaku sebelum dan sesudah kejadian.

Baca Juga: Polisi Tangkap 10 Remaja dan Sita Sajam saat Antisipasi Tawuran di Cikarang Utara

Polisi berharap dari rekaman tersebut dapat diketahui arah pelarian maupun kendaraan yang digunakan.

Selain mengungkap jalur masuk pelaku, petugas juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian.

Di antaranya adalah seprei yang terdapat bercak darah serta beberapa barang yang memiliki indikasi keterkaitan dengan peristiwa tersebut.

Baca Juga: Pelajar SMP di Cikarang Utara Jadi Korban Penganiayaan, Keluarga Lapor ke Polisi

“Untuk barang bukti saat ini kami mengamankan seprei yang ada darahnya, serta yang ada indikasi,” ujar Andi.

Sementara itu, motif kejadian masih dalam tahap pendalaman. Dugaan sementara mengarah pada tindak perampokan.

Terutama setelah pihak keluarga menyampaikan adanya barang berharga yang hilang.

Baca Juga: Anggota DPRD Kota Bekasi Soroti Banjir dan Ketimpangan Infrastruktur di Kota Bekasi

“Motifnya masih dalam lidik. Kami belum bisa menyimpulkan saat ini. Tapi yang disampaikan anak korban, gelang emas di tangan ibunya hilang, kunci mobil dua-duanya hilang,” katanya.

Saat ini, jenazah EU telah dimakamkan setelah sebelumnya dilakukan visum dan autopsi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Sedangkan PW masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Penyelidikan kasus ini melibatkan personel Polsek Pondok Gede, Polres Metro Bekasi Kota, hingga Jatanras Polda Metro Jaya.

Polisi terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta keberadaan pelaku berdasarkan rekonstruksi awal dan temuan teknis di TKP.***