BEKASI.POJOKSATU.ID - Misteri identitas mayat pria yang ditemukan di Kali Sekunder Perumahan Villa Gading Harapan, Desa Satriamekar, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, hingga kini belum terungkap.

Empat hari setelah penemuan jenazah tersebut, polisi masih belum berhasil mengidentifikasi korban.

Sejak ditemukan pada Senin 2 Maret 2026, aparat kepolisian telah melakukan berbagai upaya untuk mengungkap identitas korban, salah satunya melalui pencocokan sidik jari dengan data kependudukan elektronik.

Baca Juga: Komitmen Pemkot Bekasi Perkuat UMKM, Ketua TP PKK Wiwiek Hargono Buka Bazar Ramadan 1447 H di Wisma Asri

Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuriyanti, mengatakan proses identifikasi mengalami kendala karena kondisi jenazah yang sudah mulai membusuk.

Sehingga jaringan kulit pada jari korban tidak dapat terbaca dengan baik oleh alat identifikasi.

Baca Juga: DPRD Kota Bekasi Soroti Penghentian WiFi Gratis, Dinilai Bertentangan dengan Perda Smart City

“Sampai dengan hari ini kami belum dapat menyimpulkan siapa identitas dari jenazah yang kita temukan tempo hari. Kami sudah berupaya dengan pengenalan melalui sidik jari menggunakan alat, namun demikian tidak menunjukkan hasil yang menunjukkan bahwa identik dengan identitas seseorang,” kata Wuriyanti, dikutip dari Radar Bekasi, Kamis 5 Maret 2026.

Menurutnya, kegagalan pembacaan sidik jari dapat disebabkan oleh beberapa kemungkinan.

Selain kondisi jenazah yang sudah mengalami pembusukan, tidak menutup kemungkinan korban belum pernah melakukan perekaman data kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP.

Baca Juga: Tri Adhianto Dukung Bekasi City FC Tembus Liga 1

“Bisa kita katakan bahwa dari identifikasi sidik jari itu tidak terbaca. Itu bisa beberapa kemungkinan karena kondisi jari atau kondisi jenazah yang sudah mulai membusuk atau mungkin juga si jenazah ini belum pernah rekam E-KTP,” ujarnya.

Hingga saat ini polisi masih terus berupaya mengungkap identitas korban dengan menelusuri berbagai petunjuk yang ditemukan saat jenazah ditemukan.

Korban diketahui memiliki tinggi badan sekitar 170 sentimeter dengan berat badan sekitar 80 kilogram serta rambut lurus dan rapi.

Saat ditemukan, korban mengenakan batik sekolah bertuliskan SMP di Jakarta Timur, kaos bertuliskan “Family Gathering 2014 PT Manggul Jaya”, serta jaket training.

Di saku celananya juga ditemukan pisau cutter bergagang biru dan uang tunai sebesar Rp63 ribu.

Baca Juga: Tabrakan Beruntun 10 Kendaraan di KM 93 Tol Cipularang, Dua Tewas

Polisi sempat menelusuri tulisan pada pakaian korban dengan menghubungi pihak SMPN 158 Jakarta Timur.

Namun hasil pengecekan menunjukkan tidak ada laporan siswa yang hilang dari sekolah tersebut.

“Kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak SMPN 158 Jakarta Timur, ternyata dari sekolah tersebut menyatakan bahwa tidak ada siswa yang hilang atau tidak ada laporan orang hilang yang berkaitan dengan siswa yang menggunakan identitas sebagaimana baju tersebut,” tegas Wuriyanti.

Baca Juga: Polytron Tembus Pasar Mobil Listrik Nasional, Penjualan Lampaui Sejumlah Merek Global

Dalam beberapa hari terakhir, polisi juga menerima informasi dari warga yang melaporkan kehilangan anggota keluarga.

Namun setelah dilakukan pencocokan ciri-ciri fisik, laporan tersebut tidak sesuai dengan identitas jenazah yang ditemukan.

“Kemarin sempat ada satu yang menginformasikan ada ngontak keluarganya yang meninggalkan rumah, tapi begitu kita cocokkan dengan ciri-ciri tersebut, itu berbeda,” katanya.

Baca Juga: Wali Kota Bekasi Dukung Semangat Wirausaha Siswa SLB

Saat ini jenazah masih disemayamkan di RSUD Kabupaten Bekasi sambil menunggu kemungkinan adanya pihak keluarga yang datang melapor.

Jika dalam waktu dekat tidak ada yang mengklaim sebagai keluarga korban, polisi berencana merujuk jenazah tersebut ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk penanganan lebih lanjut.

Polisi berharap masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri serupa dapat segera melapor agar proses identifikasi dapat segera dilakukan.

“Jenazah masih di RSUD Kabupaten Bekasi, kita menunggu. Hari ini kalau memang tidak ada keluarga, nanti kita berkoordinasi dengan RS Polri Kramat Jati,” pungkas Wuriyanti.***