BEKASI.POJOKSATU.id - Mochamad Erza (13 tahun), pelajar SMP asal Kampung Pulokapuk, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, diduga menjadi korban penganiayaan dan pengancaman oleh seorang pria yang belum dikenal identitasnya, Minggu malam, 1 Maret 2026.
Saat itu, korban baru selesai melaksanakan salat tarawih dan tengah bermain gim bersama teman-temannya di sekitar lingkungan rumah.
Seseorang tidak dikenal menampar anaknya beberapa kali, akibatnya korban mengalami luka lebam kebiruan di bagian pelipis mata.
Baca Juga: Rumah Elite Pondok Gede Dibobol, Polisi Buru Para Pelaku
Tika selaku orang tua korban membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut pelaku diduga tinggal di kawasan perumahan cluster yang lokasinya tidak jauh dari kediaman mereka.
“Ketahuannya setelah anak saya bercerita bahwa dirinya telah ditampar beberapa kali oleh pelaku hingga mengalami luka lembam,” ujar Tika, Senin, 2 Maret 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika salah satu teman korban berteriak, yang diduga membuat pelaku tersinggung karena merasa diejek. Tanpa klarifikasi, pelaku disebut langsung menampar wajah korban sebanyak tiga kali.
Meski korban sempat berupaya menghindar dengan berlari, pelaku disebut masih mengejar dan melontarkan ancaman “Mati lo, ya!” ucap pelaku seperti ditirukan pihak keluarga.
Baca Juga: Sepasang Suami Istri Ditemukan Bersimbah Darah di Pondokgede, Suami Tewas Istri Kritis
“Saya merasa tidak terima. Jika anak saya ada kesalahan, cukup diberikan nasihat saja tanpa harus dianiaya,” ungkap Tika.
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga telah melaporkan dugaan penganiayaan dan pengancaman ini ke Polsek Cikarang Utara.
Keluarga berharap aparat segera menindaklanjuti laporan tersebut dan memproses hukum pelaku agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi, khususnya terhadap anak-anak di lingkungan setempat.***




