BEKASI.POJOKSATU.id - Satuan Reskrim Polres Metro Bekasi berhasil membekuk seorang pria berinisial DB atas dugaan tindakan pencabulan terhadap anak perempuan berusia 8 tahun di wilayah Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. DB diringkus di kawasan Karanganyar, Jawa Tengah, setelah sempat melarikan diri dari kejaran petugas.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Bekasi, AKP Aliyani, membenarkan bahwa penangkapan terduga pelaku penjahat seksual anak tersebut dilakukan pada Selasa dini hari sekitar pukul 01.30 WIB, 15 September 2026.
"Selanjutnya, pelaku dibawa ke Polres Metro Bekasi untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut," kata Aliyah saat dikonfirmasi wartawan pada Rabu, 16 September 2026.
Aliyani memaparkan bahwa penangkapan ini berawal dari penelusuran intensif yang dilakukan oleh Unit IV PPA Satreskrim Polres Metro Bekasi.
Baca Juga: Polisi Amankan 5 Barang Bukti dalam Kasus Dugaan Pencabulan Bocah 8 Tahun di Tambun Selatan
Petugas melakukan pemeriksaan saksi dan korban, olah tempat kejadian perkara (TKP), hingga menganalisis rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi sampai akhirnya berhasil mengidentifikasi sosok DB.
"Dari rangkaian penyelidikan tersebut, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku DB," paparnya.
Usai mengantongi identitasnya, tim mendapati informasi bahwa DB telah kabur ke daerah Tegal hingga akhirnya berhasil diendus keberadaannya di rumah kediaman keluarganya di Karanganyar. Petugas pun langsung menyergap pelaku di lokasi tersebut tanpa hambatan.
Dalam penindakan ini, penyidik menyita sejumlah barang bukti krusial meliputi pakaian korban, telepon genggam, unit kendaraan, jaket pengemudi ojek daring milik DB, serta kilas rekaman CCTV (flashdisk) dari lokasi insiden.
Adapun insiden kelam itu terjadi pada Jumat, 11 September 2026, ketika korban tengah bermain bersama rekannya di dekat kediaman keluarga.
Baca Juga: Polisi Selidiki Dugaan Pencabulan Bocah Perempuan oleh Driver Ojol di Tambun Selatan
DB secara mendadak menghampiri dan menyeret korban ke lorong gang sempit untuk melancarkan aksi bejatnya. Korban sempat berontak, dan teriakan minta tolong dari teman korban membuat pelaku panik lalu melarikan diri dari TKP.
"Mendengar teriakan tersebut, terduga pelaku kemudian meninggalkan lokasi," pungkas Aliyani.***




