BEKASI.POJOKSATU.id - Neneng (52 tahun) warga Kota Bekasi tidak menyangka kaca mobilnya dipecah orang tidak bertanggung jawab.

Insiden itu terjadi di Jalan Kemang Pratama, Rawalumbu, Kota Bekasi, Senin, 22 April 2024, pukul 18.50 WIB.

Gara-gara hal tersebut iPad dan dompet milik Neneng raib. Bagaimana kronologi kejadiannya? Simak penjelasan korban.

Baca Juga: Pelaku Begal di Bekasi Masih 18 Tahun, Tapi Sudah Keluar-Masuk Penjara

Saat itu korban pulang dari dari tempat kerja dan berniat untuk memakan soto bersama rekannya di wilayah tersebut.

"Saya berniat untuk makan soto, saat itu saya cuman membawa card holder yang isinya ATM, KTP sama SIM terus ponsel dan kacamata," ungkap Neneng, Kamis, 25 April 2024.

Di mobil dia meninggalkan tas yang berisi iPad serta dompet. Di dalam dompet berisikan buku tabungan dan kartu kredit.

Baca Juga: Pelaku Begal di Bantargebang Tak Segan Lukai Korban yang Melawan

"Dompet itu saya taruh diinjekan kaki samping (kursi) sopir," ucap dia.

Setelah makan pada pukul 19.45 WIB, dia masih berbicara di depan mobil temennya tersebut yang terparkir di depan mobil miliknya hingga pukul 20.00 WIB.

"Di sini saya belum sadar karena masih ngobrol. Setelah ingin pulang dan masuk mobil itu saya baru sadar melihat ada serpihan kaca," jelas dia.

Baca Juga: Kredit Baru Tiga Hari Langsung Jadi Korban Begal, Warga Bantargebang Senang Karena Motornya Balik

Benar saja, pada saat dilakukan pengecekan kondisi mobil depan sebelah kiri sudah dalam keadaan pecah. Tas yang berisikan iPad serta dompet hilang.

"Kaca-kaca sudah berserakan di sini dan melihat tas saya itu udah tidak ada lagi," tutur dia.

Neneng mengatakan akibat kejadian tersebut dia mengalami kerugian hingga Rp 30 juta rupiah.

Menanggapi itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi Kota AKBP Muhammad Firdaus mengatakan pihaknya sudah mendatangi lokasi untuk proses penyelidikan.

Berdasarkan rekaman kamera CCTV, terdapat 2 orang menggunakan sepeda motor yang beraksi dalam peristiwa perampokan itu.

"Laporan sudah kami menerima dan kini kasusnya masih dalam penyelidikan," demikian kata dia.***