BEKASI.POJOKSATU.id - Aji, warga Kalideres, Jakarta Barat, mengalami rugi puluhan juta rupiah gara-gara menjadi korban kejahatan bermodus cash on delivery (COD).

Bagaimana insiden yang menyebabkan kerugian besar tersebut bisa terjadi? Simak keterangan Aji yang menceritakan kronologi kejadiannya.

Pada 17 Desember 2023 malam, Aji berjanji COD dengan Fakhri, warga Bekasi. Mereka menentukan titik CoD di minimarket dekat Circle-K Stasiun Bekasi. Fakhri berminat membeli 3 iPhone 15 Pro Max 256GB.

Baca Juga: Nyali Pelaku Begal di Bantargebang Ciut Dilawan Korban Pakai Tabung Gas

Kasus pencurian dan perampasan HP ini viral di Twitter. Hingga artikel ini terbit, sudah ada lebih dari 1.000 orang memposting ulang thread yang dibagikan Aji di akun twitternya @_aji_10.

"Saya sudah sampai di Cirle K deket Stasiun Bekasi, tapi yang mau beli menolak karena alasan macet," ujar Aji, Senin, 25 Desember 2023.

Saat sampai, dia langsung ke Circle K di dekat Stasiun Bekasi untuk bertemu dengan pembelinya. Pelaku meminta perpindahan titik, Aji disuruh mendatangi di minimarket yang berada di Jalan Veteran Bekasi dan hanya berjarak 10 meter dari Mapolres Metro Bekasi Kota.

Karena tak menyimpan rasa curiga, Aji pun mengikuti kemauan calon pembeli itu.

"Saya diberikan kontak yang mengaku sebagai temennya itu, untuk mengantarkan ke lokasi CoD itu di Alfamart," jelas Aji.

Baca Juga: Polisi Tangkap 3 Orang Diduga Pelaku Begal saat Patroli

Awalnya dirinya tidak yakin kepada seseorang yang menjemputnya tersebut dengan menggunakan mobil berwarna merah.

"Dia meyakinkan saya kalau dia temannya dan nyambi juga sebagai driver gocar, begitu saya liat apps-nya ternyata benar atas nama Muhammad Rizky Ilham Azani," ucap dia.

Usai ketemu dengan sang pembeli bernama Fakhri, kemudian pelaku berpura-pura untuk mengecek kondisi handphone itu.

Di lokasi itu, Aji ditemani keponakannya. Sementara pelaku bersama rekannya yang mengaku sebagai pengemudi taksi online.

"Pelaku sempat mengecek dan memastikan kondisi barang yang saya jual," tutur dia.

Usai melakukan pengecekkan unit handphone yang dijualnya, pelaku kembali mengambil ketiga handphone yang dijual korban, dengan beralasan ingin menunjukkan kepada kekasih. Aji pun jelas-jelas menolak hal tersebut.

Baca Juga: 9 Kali Beraksi Rampok Minimarket, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Pelaku untuk Hal Ini

"Saya bilang tidak mau karena belum bayar dan saya tarik HP-nya tapi dia tarik lagi dari tangan saya dan ketiga HP-nya pun dibawa kabur," tegas dia.

Pada saat udah direbut secara paksa handphone miliknya, pelaku kemudian masuk ke dalam mobil pribadinya, mengunci kendaraan itu, lalu melarikan diri.

"Begitu pelaku kabur saya menghampiri temannya dan anehnya temannya langsung kaget dan jawablah 'Saya nggak tau. Saya baru ketemu satu kali itupun hanya sebatas penumpang dan driver'," kata dia.

Selanjutnya, Aji bersama dengan teman terduga pelaku pencurian dan perampasan berusaha mengejar pelaku namun tidak ada hasilnya.

Usai kejadian tersebut, korban kemudian kembali lagi ke Alfamart tersebut untuk mengecek kamera CCTV dan langsung membuat laporan kepolisian.

"Setelah melihat CCTV, saya bertiga bergegas ke Polres Metro Bekasi Kota dan saya membuat laporan kepolisian," terang Aji.***