BEKASI.POJOKSATU.ID - Polda Metro Jaya menggelar Operasi Pekat Jaya 2026 secara besar-besaran dengan mengerahkan ratusan personel gabungan lintas instansi.

Operasi ini menjadi bukti sinergi kuat antara Polri, TNI, dan Satpol PP dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang bulan suci Ramadan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menegaskan, operasi tersebut melibatkan total 975 personel gabungan yang disebar di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Program Wajib Belajar 12 Tahun Diperkuat, PKBM Bekasi Jadi Andalan Pendidikan Nonformal

Aparat gabungan ini akan bertugas selama 15 hari, terhitung sejak apel pasukan hingga 11 Februari 2026.

“Secara keseluruhan, Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 975 personel gabungan dari Polri dan TNI untuk menjalankan operasi yang akan berlangsung selama 15 hari,” kata Asep, Kamis 29 Januari 2026.

Menurut Asep, kekuatan personel yang besar ini sengaja dikerahkan untuk memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Belum Reda, BPBD DKI Pantau Awan Tiap Hari Lewat Operasi Modifikasi Cuaca

Operasi dilakukan secara serentak di berbagai titik strategis, mulai dari kawasan permukiman, pusat keramaian, hingga wilayah perbatasan antarwilayah.

Selain pengerahan personel, aparat gabungan juga mendirikan pos-pos pantau dan melaksanakan patroli terpadu, termasuk patroli mobile.

Langkah ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan dan gangguan ketertiban yang kerap meningkat menjelang Ramadan.

Baca Juga: Jasamarga Lanjutkan Perbaikan Jalan Tol Jakarta–Cikampek di Sejumlah Segmen Prioritas

Fokus pengamanan diprioritaskan pada wilayah-wilayah yang selama ini dinilai rawan gangguan keamanan, seperti Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.

Meski demikian, daerah penyangga seperti Tangerang, Bekasi, dan Depok juga tetap berada dalam pengawasan ketat.

“Operasi ini tidak hanya menyasar pencegahan tawuran, tetapi juga berbagai bentuk gangguan keamanan seperti geng motor, premanisme, peredaran minuman keras, narkoba, petasan, balapan liar, hingga peredaran senjata api ilegal,” jelas Asep.

Sinergi lintas instansi juga diperkuat melalui pendekatan preventif.

Direktorat Pembinaan Masyarakat dan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak turut diterjunkan.

Baca Juga: Elite Lengkap Hadir, Aksi Kemanusiaan PDIP di Jabar Jadi Simbol Kekompakan Partai

Untuk melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat dan sekolah-sekolah, khususnya yang terindikasi rawan tawuran.

Kapolda menekankan pentingnya pendekatan yang tegas namun tetap humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.

Ia meminta seluruh personel menjaga profesionalisme serta mengutamakan keselamatan diri dan masyarakat.

“Saya menaruh kepercayaan penuh kepada seluruh personel yang terlibat pada Operasi Pekat Jaya. Tetap waspada, utamakan keselamatan, namun tegas dalam bertindak,” pungkasnya.

Melalui operasi skala besar ini, Polda Metro Jaya berharap masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dan ibadah Ramadan dengan aman, tertib, dan khusyuk.***