BEKASI.POJOKSATU.ID - Menindaklanjuti genangan air yang terjadi di KM 12+800 hingga KM 12+600 Ruas Tol Jagorawi arah Jakarta, Jasamarga Metropolitan Tollroad bersama Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) langsung melakukan pengecekan sistem drainase di lokasi, Minggu, 22 Maret 2026.
Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Widiyatmiko Nursejati, menjelaskan bahwa genangan mulai terdeteksi sekitar pukul 16.30 WIB.
"Penyebab utamanya diduga karena penumpukan sampah dari saluran warga di luar tol yang menyumbat inlet drainase," kata dia.
Selain itu, tingginya limpasan air dari kawasan permukiman ke jalur A (arah Bogor) membuat kapasitas saluran tidak mampu menampung debit air, sehingga terjadi aliran balik ke jalur B (arah Jakarta) dan menyebabkan air meluap ke badan jalan.
Baca Juga: Contraflow Diberlakukan di Tol Jakarta-Cikampek KM 55-65, Antisipasi Lonjakan Arus Mudik
P"etugas Jasa Marga bersama JMTM segera melakukan penanganan dengan membersihkan sampah yang menghambat aliran air. Sementara itu, petugas Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sementara bahu jalan serta lajur 1 dan 2, sehingga kendaraan hanya dapat melintas di lajur 3 dan 4. Pada pukul 19.09 WIB, genangan berhasil diatasi dan seluruh lajur kembali dibuka," ucap dia.
Sebagai langkah pencegahan, Jasa Marga telah membersihkan saluran drainase dan akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengatasi persoalan sampah dari kawasan permukiman.
Selain itu, pembangunan tanggul sepanjang 300 meter juga direncanakan sebagai solusi jangka panjang.
Pada waktu yang sama, genangan juga terjadi di rest area KM 10 arah Bogor akibat luapan kali di belakang lokasi tersebut, yang berdampak pada terendamnya fasilitas pompa air bersih dan SPBU.
Baca Juga: Arus Mudik Melejit, 661 Ribu Kendaraan Melintas di GT Cikampek Utama
Atas diskresi kepolisian, rest area sempat ditutup mulai pukul 19.45 WIB. Kemudian pada pukul 20.40 WIB, rest area kembali dibuka, namun layanan SPBU masih dihentikan sementara guna memastikan kualitas BBM dan kondisi peralatan," ucap dia.
Memasuki Minggu, 22 Maret 2026, seluruh genangan telah surut dan kondisi lalu lintas kembali normal. Sempat terjadi hambatan di KM 03+800 arah Bogor akibat meluapnya Kali Cipinang, namun telah diantisipasi dengan pengoperasian empat pompa air.
"Saat ini, seluruh ruas tol telah beroperasi normal tanpa kendala. Jasa Marga juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi akibat insiden tersebut," demikian kata dia.***




