BANDUNG, BEKASI.POJOKSATU.id , Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Jawa Barat, Ade Puspitasari, menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pemenangan Pemilu dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Fraksi Partai Golkar Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia di Kota Bandung, Minggu, 11 Oktober 2026.
Sebagai wakil rakyat dari Jawa Barat, Ade menyampaikan apresiasinya atas terpilihnya Kota Bandung sebagai tuan rumah ajang konsolidasi nasional bagi seluruh legislator Partai Golkar se-Indonesia tersebut.
"Sebagai tuan rumah dalam kegiatan bimbingan teknis Fraksi Partai Golkar Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia Tahun 2026 di Bandung, Fraksi Golkar DPRD Jawa Barat turut hadir dan menyambut hangat kehadiran para peserta bimtek dari seluruh pelosok tanah air," kata Ade Puspitasari di sela-sela kegiatan.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Menteri Perindustrian RI, Muhammad Sarmuji. Dalam pengarahannya, Sarmuji menegaskan bahwa Partai Golkar membidik target penambahan perolehan kursi legislatif secara masif di semua tingkatan, baik DPR RI, DPRD Provinsi, maupun DPRD Kabupaten/Kota.
"Targetnya untuk DPR RI kita nambah kursi. Pokoknya kita nambah kursi saja judulnya. Yang penting di masing-masing tingkatan kita akan berusaha untuk menambah kursi kita," tegas Sarmuji.
Guna merealisasikan target tersebut, DPP Partai Golkar telah menyusun pemetaan strategis berbasis data analitis. Pihaknya membedah rekam jejak hasil pemilu sebelumnya untuk mengelompokkan daerah pemilihan (dapil) kategori rawan maupun dapil potensial.
"Tentu selanjutnya akan kita tambahkan data-data yang bersifat dinamis, seperti hasil pilkada hingga survei per hari ini. Itu akan memperkuat analisis kita untuk bisa melakukan penguatan, baik di dapil-dapil yang rawan maupun di dapil-dapil yang memiliki potensi untuk tumbuh lebih tinggi," jelasnya.
Lebih lanjut, Sarmuji menambahkan bahwa Rakornis dan Bimtek ini menjadi momentum penting untuk merumuskan arah taktis pemenangan pemilu sekaligus memantapkan peran fraksi dalam mengawal agenda pemerintah.





