BEKASI.POJOKSATU.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya komitmen operator Sekolah Rakyat dalam memastikan akurasi data pendidikan.

Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang dikelola secara tepat dinilai menjadi dasar untuk mendukung layanan pendidikan sesuai kebutuhan peserta didik.

Sebanyak 157 operator Sekolah Rakyat mengikuti pelatihan tersebut. Dalam arahannya, Gus Ipul mengingatkan bahwa tugas operator tidak sekadar mengisi data administratif, tetapi juga memastikan informasi yang dimasukkan sesuai dengan kondisi sebenarnya di sekolah.

"Jadi data (Dapodik) itu sangat penting, fondasi bagi proses pengambilan keputusan untuk bisa supaya kita memberikan pembelajaran yang lebih tepat sesuai dengan kebutuhan setiap siswa di Sekolah Rakyat," kata Gus Ipul, Sabtu 10 Oktober 2026.

Menurut dia, akurasi data diperlukan untuk mendukung proses evaluasi, pengawasan, serta pendampingan peserta didik.

Karena itu, operator perlu memastikan data yang dikelola selalu lengkap, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ada beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam pengelolaan Dapodik, mulai dari identitas dan status peserta didik, data guru dan tenaga kependidikan, hingga sarana dan prasarana serta rombongan belajar.

Gus Ipul meminta setiap perubahan data dicatat dan diverifikasi dengan cermat. Pembaruan juga diperlukan untuk menyesuaikan data sekolah dengan kondisi terkini, terutama bagi Sekolah Rakyat rintisan yang sedang bertransisi menuju sekolah permanen.

"Prinsipnya sekali lagi, akurat, lengkap, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan. Perlu juga sinkronisasi dan akuntabilitas. Yang penting, sehebat-hebatnya teknologi, tergantung siapa yang menginput," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul menekankan tiga komitmen yang harus dijalankan operator setelah mengikuti pelatihan, yakni menuntaskan pekerjaan, melakukan verifikasi, dan menjaga integritas.

Komitmen pertama adalah menyelesaikan pengisian serta pemutakhiran data sesuai kondisi faktual di sekolah. Kedua, operator harus melakukan verifikasi silang dan berkoordinasi sebelum menyinkronkan data untuk memastikan informasi yang disampaikan benar.

Adapun komitmen ketiga adalah menjaga integritas melalui kejujuran dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas.

Gus Ipul menegaskan, pengelolaan data pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab operator, melainkan juga seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

"Tuntaskan, verifikasi, jaga integritas. Kualitas data adalah tanggung jawab bersama, bukan beban satu orang operator. Jadi ini adalah tanggung jawab bersama-sama kita," kata dia.

Dia berharap komitmen tersebut dapat diterapkan secara konsisten sehingga pengelolaan Dapodik semakin akurat dan mampu mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi siswa Sekolah Rakyat.

"Kalau datanya akurat, layanannya tepat, tentu masa depan akan bisa diraih. Dengan data yang akurat, kerja yang tulus, kita hadirkan layanan Sekolah Rakyat optimal untuk masa depan Indonesia yang lebih baik," tutur Gus Ipul.