BEKASI.POJOKSATU.ID - Lonjakan arus kendaraan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 berpotensi memicu berbagai krisis di ruas jalan tol.

Mulai dari kemacetan panjang hingga kendaraan mogok akibat kehabisan bahan bakar.

Mengantisipasi kondisi tersebut, PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (PT JJC) mengoptimalkan kesiapsiagaan layanan di Tol Layang Mohamed Bin Zayed (MBZ).

Baca Juga: Jabodetabek Tak Bersahabat Hari Ini, Awan Tebal dan Hujan Mengancam

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menyiagakan empat unit motoris bahan bakar minyak (BBM) di sepanjang ruas Tol Layang MBZ.

Motoris ini disiapkan khusus untuk menjangkau kendaraan yang mengalami kehabisan BBM saat lalu lintas padat, ketika kendaraan operasional berukuran besar sulit bergerak cepat.

Direktur Utama PT JJC, Hendri Taufik, menjelaskan bahwa penyiagaan motoris BBM merupakan hasil kolaborasi dengan PT Pertamina.

Baca Juga: Skema Ijon Diduga Turun-Temurun, KPK Dalami Proyek Bekasi Sebelum Era Ade

Langkah ini diambil sebagai bagian dari mitigasi risiko selama periode puncak arus kendaraan.

“Motoris BBM disiapkan agar petugas bisa bergerak cepat membantu pengguna jalan yang mengalami kendala, terutama kehabisan bahan bakar saat kondisi lalu lintas padat,” ujar Hendri, dikutip dari Pojok Bekasi, 27 Desember 2025.

Menurutnya, Tol Layang MBZ memiliki karakteristik khusus karena berada di jalur layang dengan akses terbatas.

Baca Juga: OTT KPK Belum Reda, Jaksa Agung Copot Kajari Bekasi

Jika terjadi kendaraan mogok, dampaknya bisa berantai dan berpotensi menimbulkan kemacetan panjang.

Oleh karena itu, respons cepat menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran lalu lintas.

Data PT JJC menunjukkan, pada Kamis 25 Desember 2025, volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui Tol Layang MBZ mencapai 44.211 kendaraan.

Angka ini melonjak 81,68 persen dibandingkan lalu lintas normal yang berada di kisaran 24.334 kendaraan.

Sementara arus kendaraan menuju Jakarta tercatat sebanyak 30.559 kendaraan, naik 38,45 persen dari kondisi normal 22.073 kendaraan.

Baca Juga: Polisi Ringkus 2 Pengedar Ganja di Tambelang

Lonjakan signifikan ini menjadi indikator tingginya mobilitas masyarakat selama libur panjang.

PT JJC menilai, tanpa kesiapsiagaan ekstra, kepadatan lalu lintas berpotensi berkembang menjadi krisis di jalan tol.

Seperti keterlambatan penanganan insiden hingga gangguan keselamatan pengguna jalan.

Baca Juga: Kabupaten Bekasi Raih Juara Harapan II P2WKSS Jabar, Desa Cikarageman Rasakan Manfaat Nyata

Selain motoris BBM, PT JJC juga mengoptimalkan pemantauan lalu lintas, kesiapan petugas lapangan, serta koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan setiap gangguan dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

PT JJC turut mengimbau pengguna jalan untuk berperan aktif dalam pencegahan krisis selama perjalanan.

Pengemudi diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, memeriksa kecukupan bahan bakar dan daya listrik.

Serta menjaga kondisi fisik sebelum melintas di Tol Layang MBZ.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Dengan kesiapan petugas dan kedisiplinan pengguna jalan, kami berharap perjalanan selama Nataru tetap aman, lancar, dan nyaman,” pungkas Hendri.***