BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah menyatakan kesiapannya untuk menyelenggarakan ibadah haji tahun 2025, termasuk persiapan fasilitas yang lebih matang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengatakan bahwa persiapan sudah matang mulai dari akomodasi, transportasi, hingga konsumsi para jamaah.

"Fasilitas pokok seperti hotel di Makkah dan Madinah, katering jamaah, armada bus, hingga pesawat pengangkut telah rampung dipersiapkan," ungkap Nasaruddin, Minggu, 27 April 2025.

Kendati demikian, dirinya mengaku, tidak ingin menyebut persiapan telah mencapai 100 persen. Ini dikarenakan, masih adanya aksesoris-aksesoris tertentu yang perlu dirumuskan.

Baca Juga: Menag: Tak Ada Penambahan Fast Track Untuk Layanan Haji Tahun Ini

Akan tetapi, kata Nasaruddin, pada dasarnya pemerintah sudah mempersiapkan semuanya untuk haji tahun ini.

Dia juga mengaku, bahwa evaluasi yang dilakukan pada pelaksanaan kegiatan haji tahun 2024 kemarin menjadi catatan tersendiri.

"Yang menjadi catatan pada tahun sebelumnya yakni tenda di Mina yang penuh hingga membuat sebagian jamaah terpaksa tidur di lorong," tegas dia.

Nasaruddin mengungkapkan bahwa hal tersebut terjadi karena adanya tambahan kuota sebanyak 20 ribu jamaah yang datang secara mendadak.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Calon Haji Ikuti Manasik di Al Barkah

“Bayangan saya, kalau 20 ribu tambahan kuota itu di last minute, sementara sudah terkavling habis di lokasi-lokasi, di Mina, di Arafah, di tempat-tempat yang lain. Nah, tentu tidak mudah menampung yang tambahan,” jelas dia.

Nasaruddin mengungkapkan, bahwa pada tahun ini pemerintah tidak akan mengajukan penambahan kuota jamaah, demi menjaga kelancaran dan kenyamanan pelaksanaan ibadah haji.

"Untuk tahun ini kemungkinan akan ada penambahan kuota petugas untuk memperkuat pelayanan selama pelaksanaan ibadah haji," tutur dia.

“Tahun ini kita mulai tertibkan. Insya Allah, kita akan berusaha untuk tidak terjadi hal yang seperti itu. Karena tidak ada, kita tidak memperjuangkan kuota tambahan jemaah, yang kita perjuangkan dengan kuota tambahan tugas,” tutup dia. ***