BEKASI.POJOKSATU.id, Rapat Umum Anggota (RUA) Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti (IKA FH Trisakti) di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta, pada 17 Oktober 2026, diwarnai kericuhan saat proses pemilihan ketua umum berlangsung.

Insiden tersebut melibatkan sejumlah peserta, panitia, dan Steering Committee (SC). Ketegangan dilaporkan meningkat ketika sejumlah peserta menyampaikan keberatan terhadap mekanisme pemungutan suara.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (24/10/2026), salah satu kandidat ketua umum, Azis Syamsuddin, turut mempersoalkan durasi pemungutan suara.

Ia juga disebut menyampaikan keberatan karena terdapat peserta yang mengaku belum dipanggil untuk menggunakan hak pilihnya.

Seorang narasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut dan meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, proses pemungutan suara dimulai sekitar pukul 17.00 WIB dengan mekanisme pemanggilan pemilih satu per satu.

Menurut narasumber tersebut, panitia dan SC telah memberikan penjelasan mengenai daftar pemilih, urutan pemanggilan, serta prosedur penyelesaian keberatan yang disampaikan peserta.

Meski demikian, keberatan terhadap penyelenggaraan pemungutan suara disebut masih berlanjut dari pihak yang mendukung pencalonan Azis.

Ketegangan dilaporkan meningkat sekitar pukul 19.30 WIB. Sejumlah peserta disebut mendekati podium hingga terjadi aksi saling dorong.

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, Azis terlihat berada dalam situasi tegang bersama sejumlah pihak di lokasi kegiatan.

Selain itu, muncul laporan mengenai dugaan tindakan dorong-dorongan terhadap panitia dan petugas keamanan hotel oleh sejumlah orang yang disebut sebagai pendukung Azis.

Namun, informasi mengenai pihak yang melakukan tindakan tersebut belum terverifikasi secara independen. Kronologi lengkap serta pihak-pihak yang terlibat juga masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh tanggapan langsung dari Azis Syamsuddin mengenai insiden tersebut maupun rekaman video yang beredar di media sosial.

Pihak kandidat lainnya, termasuk kubu Sahala Siahaan, juga belum memberikan keterangan terkait kericuhan dalam RUA IKA FH Trisakti berdasarkan informasi yang tersedia.

Kericuhan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai pelaksanaan pemungutan suara dan mekanisme penanganan keberatan peserta dalam forum pemilihan ketua umum organisasi alumni tersebut.

Klarifikasi dari Azis Syamsuddin, panitia penyelenggara, serta Steering Committee diperlukan untuk memastikan kronologi kejadian dan memperoleh penjelasan dari seluruh pihak yang terlibat.