BEKASI.POJOKSATU.id - Charles Leclerc mengalami momen menegangkan usai mobilnya menghantam pembatas lintasan dengan keras dalam Grand Prix Italia 2026 di Monza. Pembalap Ferrari ini mengungkapkan bahwa kekhawatiran utamanya usai insiden tersebut bukan soal cedera leher, melainkan gangguan penglihatan yang sempat ia rasakan pada mata kanannya.
Insiden terjadi pada lap kedua balapan, ketika Leclerc kehilangan kendali mobil saat berusaha mempertahankan posisi dari kejaran Oscar Piastri di tikungan cepat Parabolica.
Mobilnya melintir dan menghantam pembatas ban dengan kecepatan diperkirakan mencapai 240 kilometer per jam, menghasilkan gaya deselerasi yang diperkirakan berada di kisaran 50 hingga 60G. Insiden ini memicu bendera merah, sekaligus memaksa panitia menghentikan sementara balapan untuk memperbaiki pembatas lintasan yang rusak akibat benturan tersebut.
Meski berhasil keluar dari mobil tanpa bantuan, Leclerc terlihat sempat syok sambil menunggu kedatangan mobil medis. Dokter FIA, Ian Roberts, langsung memberikan penanganan awal di lokasi, sebelum akhirnya ia dibawa ke pusat medis sirkuit untuk pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur wajib usai insiden semacam ini.
Dalam keterangannya kepada media usai balapan, Leclerc mengungkapkan bahwa lehernya dalam kondisi baik, namun penglihatan mata kanannya sempat terganggu tepat usai benturan terjadi.
Ia menyebut hal tersebut sebagai kekhawatiran terbesarnya begitu keluar dari mobil, sebelum akhirnya kondisi penglihatannya berangsur pulih. Selain itu, ia turut merasakan sejumlah rasa nyeri ringan di beberapa bagian tubuh, yang menurutnya wajar terjadi usai kecelakaan sehebat itu.
Meski telah dinyatakan aman usai pemeriksaan awal di pusat medis, Leclerc dipastikan akan menjalani pemeriksaan tambahan sebagai langkah antisipasi sebelum dinyatakan siap tampil di GP Spanyol pekan depan di Madrid. Insiden Monza ini turut menjadi retirement kedua Leclerc sepanjang musim 2026, usai sebelumnya juga mengalami kecelakaan di GP Monako.***


