BEKASI.POJOKSATU.id - Ferrari mengalami salah satu akhir pekan terberat sepanjang musim 2026 usai tampil mengecewakan di kandang sendiri pada Grand Prix Italia. Team Principal Fred Vasseur pun angkat bicara soal berbagai masalah yang menimpa tim jagoannya di Monza, mulai dari insiden serius yang dialami Charles Leclerc hingga kekesalan Lewis Hamilton soal strategi ban.

Masalah bermula sejak lap pembuka, ketika Leclerc dan Hamilton yang start berdampingan di posisi ketiga dan keempat justru saling serobot cukup keras di tikungan chicane pertama. Insiden ini membuat Hamilton terlempar ke area gravel dan turun ke posisi kedelapan.

Leclerc sendiri akhirnya mengalami kecelakaan hebat di tikungan Parabolica pada lap kedua, dengan benturan diperkirakan mencapai 50G, meski untungnya ia keluar tanpa cedera serius.

Baca Juga: Charles Leclerc Alami Gangguan Penglihatan Usai Kecelakaan Hebat di GP Italia

Vasseur mengakui bahwa duel sengit antara kedua pembalapnya di awal balapan perlu dibahas secara internal usai balapan usai. Ia menegaskan akan berdiskusi langsung dengan kedua pembalap terlebih dahulu sebelum memberikan komentar lebih jauh ke media, mengingat insiden tersebut turut berdampak besar pada jalannya balapan bagi kedua mobil Ferrari. Leclerc sendiri secara terbuka mengakui bahwa duel keduanya di awal balapan sudah kelewat batas.

Di luar insiden antar rekan setim, Vasseur turut menyoroti kelemahan performa mobil SF-26 di trek lurus, yang menurutnya menjadi penyebab utama sulitnya kedua pembalap mempertahankan posisi maupun melakukan overtake sepanjang balapan.

Ia mengungkapkan bahwa kehilangan waktu akibat kalah cepat di trek lurus jauh lebih signifikan di Monza dibanding sirkuit lain, sehingga membuat hasil akhir tim menjadi lebih buruk dari perkiraan awal.

Meski kecewa dengan hasil balapan di kandang sendiri, Vasseur menegaskan fokus tim akan segera beralih ke persiapan Grand Prix Spanyol pekan depan di Madrid. Ia meyakini karakteristik sirkuit mendatang, termasuk Madrid, Sepang, dan Baku, akan menghadirkan tantangan berbeda yang berpotensi lebih menguntungkan bagi performa mobil Ferrari dibanding sirkuit Monza yang sejak awal memang diprediksi menjadi salah satu titik terlemah bagi tim musim ini.***