BEKASI.POJOKSATU.ID - Menjelang waktu berbuka puasa, suasana sore di berbagai daerah di Indonesia selalu terasa berbeda saat bulan Ramadan.

Jalanan mulai ramai, pusat jajanan takjil dipadati pembeli, dan taman kota dipenuhi warga yang bersantai. Aktivitas tersebut dikenal dengan istilah ngabuburit.

Namun, sebenarnya ngabuburit itu jam berapa dan apa makna di balik tradisi ini?

Ngabuburit bukan sekadar aktivitas menunggu azan Magrib.

Baca Juga: Tangani Sampah Tanpa Asap, Ini Langkah Konkret Kelurahan Jatimelati Cegah Pembakaran Liar

Tradisi ini telah menjadi bagian dari budaya Ramadan di Indonesia yang identik dengan kebersamaan, kreativitas, dan kegiatan positif di waktu sore.

Apa Itu Ngabuburit dan Dari Mana Asalnya?

Secara bahasa, ngabuburit berasal dari bahasa Sunda. Kata dasarnya adalah “burit” yang berarti sore hari menjelang malam.

Dalam konteks Ramadan, ngabuburit diartikan sebagai kegiatan mengisi waktu luang di sore hari sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Istilah ini kemudian menyebar luas dan digunakan secara nasional.

Kini, kata ngabuburit tidak hanya dikenal di Jawa Barat, tetapi juga di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bekasi, Surabaya, hingga Makassar.

Baca Juga: 3.040 Tiket dan 74 Bus Disiapkan, Pemprov Jabar Maksimalkan Sapawarga untuk Mudik Gratis 2026

Tradisi ini berkembang karena kebutuhan psikologis umat Muslim untuk mengalihkan perhatian dari rasa lapar dan haus menjelang waktu berbuka.

Dengan melakukan aktivitas menyenangkan, waktu terasa lebih cepat berlalu.

Ngabuburit Itu Jam Berapa?

Pertanyaan yang sering muncul adalah, ngabuburit itu jam berapa sebenarnya dilakukan?

Secara umum, ngabuburit dimulai sekitar 1-2 jam sebelum azan Magrib berkumandang.

Di wilayah Indonesia bagian barat, aktivitas ini biasanya berlangsung sekitar pukul 16.30 hingga 18.00 WIB.

Namun, waktu tersebut bisa berbeda tergantung lokasi dan jadwal berbuka di masing-masing daerah.

Biasanya, orang mulai ngabuburit setelah menyelesaikan aktivitas utama seperti bekerja, sekolah, atau kuliah.

Baca Juga: Pembakaran Sampah Liar Picu Ketegangan di Permukiman, Lurah Jatimelati Minta Kesadaran Kolektif

Setelah itu, mereka memanfaatkan waktu sore untuk bersantai, berolahraga ringan, atau berburu takjil.

Durasi ngabuburit tidak memiliki aturan baku. Ada yang melakukannya satu jam sebelum berbuka, ada pula yang memulai lebih awal.

Intinya, ngabuburit berlangsung di waktu sore menjelang Magrib.

Kegiatan Favorit Saat Ngabuburit

Ngabuburit identik dengan berbagai aktivitas ringan dan menyenangkan.

Setiap daerah memiliki kebiasaan yang berbeda, tetapi secara umum kegiatan yang sering dilakukan antara lain jalan-jalan sore atau berburu takjil di pasar Ramadan.

Di kota-kota besar, suasana ngabuburit sering terlihat di taman kota, alun-alun, atau pusat kuliner.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Bekasi CIkarang Perkuat Sinergi di Sukakarya untuk Lindungi Pekerja Rentan Desa

Deretan pedagang menjajakan aneka makanan khas berbuka seperti kolak, es buah, gorengan, dan aneka minuman segar.

Selain itu, olahraga ringan seperti bersepeda santai atau jogging juga menjadi pilihan.

Aktivitas fisik ringan dipercaya membantu menjaga kebugaran selama puasa, asalkan tidak dilakukan secara berlebihan.

Bagi sebagian orang, ngabuburit juga diisi dengan kegiatan religius seperti mengikuti kajian, tadarus Al-Qur’an, atau menghadiri ceramah di masjid.

Ada pula yang memilih membantu keluarga menyiapkan menu berbuka di rumah.

Kegiatan sederhana seperti nongkrong bersama teman sambil berbincang santai pun menjadi bagian dari tradisi ini.

Momen tersebut mempererat silaturahmi dan menghadirkan suasana kebersamaan yang khas Ramadan.

Baca Juga: Heboh Kenclengan di Gang Lurah, Kapolsek Tegaskan Tak Ada Pungutan Rp50 Ribu

Popularitas ngabuburit tidak lepas dari nilai sosial dan budaya yang terkandung di dalamnya.

Tradisi ini menjadi wadah interaksi sosial sekaligus ruang ekspresi kreatif masyarakat.

Di era media sosial, ngabuburit juga sering diabadikan dalam bentuk foto dan video.

Konten seputar suasana pasar takjil, rekomendasi tempat ngabuburit, hingga ide kegiatan sore hari kerap menjadi tren setiap Ramadan.

Lebih dari sekadar menunggu waktu berbuka, ngabuburit membantu mengalihkan fokus dari rasa lapar dan haus.

Aktivitas positif membuat suasana puasa terasa lebih ringan dan menyenangkan.

Baca Juga: Daftar Kota Tujuan Arus Mudik dan Arus Balik Mudik Gratis Kemenhub, Dari Jawa Barat sampai ke Sumatera

Meski zaman berubah, tradisi ngabuburit tetap bertahan dan bahkan semakin berkembang.

Dari aktivitas sederhana di kampung hingga acara komunitas berskala besar, semuanya menunjukkan bahwa ngabuburit telah menjadi bagian tak terpisahkan dari Ramadan di Indonesia.

Kesimpulannya, ngabuburit biasanya dimulai sekitar satu hingga dua jam sebelum Magrib, tepatnya di sore hari menjelang berbuka puasa.

Tradisi ini bukan hanya soal menunggu waktu, tetapi menjadi simbol kebersamaan, kreativitas, dan keceriaan umat Muslim dalam menjalani bulan suci Ramadan.***