BEKASI.POJOKSATU.id - Clayface mencatat prestasi yang jarang diraih film pahlawan super berpusat pada tokoh penjahat. Di Rotten Tomatoes, film horor tubuh DC Studios ini meraih skor kritikus sekitar 75 hingga 77 persen, dan dilabeli Certified Fresh. Dengan angka tersebut, banyak media menyebutnya sebagai film solo villain dengan skor kritikus tertinggi, mengungguli sejumlah judul yang lebih dulu terkenal.

Sebagai perbandingan, Joker (2019) memiliki skor sekitar 68 persen, sementara sekuelnya, Joker: Folie à Deux, hanya sekitar 31 persen. Film-film Venom berada di kisaran 31 hingga 58 persen, dengan Venom: Let There Be Carnage sebagai yang tertinggi di angka 58 persen.

Adapun Morbius dan Kraven the Hunter sama-sama berada di sekitar 15 persen. Clayface bahkan melampaui Supergirl yang hanya meraih 52 persen, dan menjadi film DC Studios dengan skor kritikus tertinggi kedua setelah Superman (2025) yang mencapai 83 persen.

Dari sisi penonton, hasilnya lebih menonjol lagi. Skor penonton Clayface mencapai 94 persen di Rotten Tomatoes, tertinggi untuk film DC Studios sejauh ini, mengalahkan Superman yang 90 persen dan Supergirl yang 72 persen. Film ini juga mengantongi nilai A- di CinemaScore, grade yang jarang diberikan untuk film horor.

Sejumlah kritikus memuji keberanian film ini keluar dari pola film pahlawan super biasa. The Hollywood Reporter menyebutnya salah satu kejutan terbesar tahun ini, bahkan membandingkan kedalaman psikologisnya dengan karya para sutradara horor tubuh seperti David Cronenberg dan Sam Raimi.

Ada pula kritikus yang menilai film ini membuktikan semesta DC bisa menampung cerita di luar tontonan superhero yang lazim, dan sebagian menyebut fokusnya pada tragedi satu tokoh sebagai alasan filmnya terasa lebih tajam dibanding film villain lain.

Meski begitu, klaim "tertinggi sepanjang masa" perlu dibaca dengan hati-hati. Label tersebut bergantung pada film mana yang dihitung sebagai film villain solo, dan skor di situs agregator masih bisa bergeser. Film ensemble seperti The Suicide Squad, misalnya, tidak dihitung dan memiliki skor 90 persen. Di Metacritic pun, Clayface hanya mendapat skor 59, yang menunjukkan respons kritikus sebenarnya beragam meski cenderung positif, dengan sebagian ulasan menilai naskahnya tipis dan terasa familiar.

Terlepas dari itu, Clayface tetap layak dicatat sebagai salah satu film villain superhero yang berhasil. Dengan anggaran produksi sekitar 44 juta dolar AS yang jauh lebih hemat dibanding banyak film sejenis, film ini membuktikan bahwa cerita sederhana tentang seorang manusia yang jatuh menjadi monster bisa memikat penonton tanpa bergantung pada skala besar atau penampilan Batman.