BEKASI.POJOKSATU.id - Mariah Carey kembali mengumumkan dimulainya musim Natal melalui video tahunan bertajuk It's Time. Tradisi yang sudah menjadi ciri khas penyanyi berjuluk Queen of Christmas tersebut kembali hadir pada 1 November 2026, tepat setelah perayaan Halloween berakhir.

Namun, ada sesuatu yang berbeda dari video tahun ini. Alih-alih langsung menghadirkan suasana Natal, Mariah justru membuka videonya dengan penampilan bernuansa rock punk yang cukup mengejutkan.

Dalam adegan pembuka, Mariah terlihat berada di sebuah bar di New York dengan rambut merah mencolok, riasan gelap, dan pakaian bergaya punk. Ia tampil membawakan lagu berjudul Hermit sebelum akhirnya melakukan stage dive ke arah penonton.

Ketika jam menunjukkan tengah malam dan kalender berganti memasuki November, suasana video berubah secara drastis.

Mariah kemudian muncul dengan penampilan khas Natal. Mengenakan busana bernuansa Santa Claus, ia berdiri di atas pohon Natal raksasa dengan latar belakang musim dingin bersalju.

Momen tersebut ditutup dengan kalimat ikonik "It's Time" dan potongan lagu All I Want for Christmas Is You yang sudah melekat dengan perayaan Natal di berbagai negara.

Menariknya, penggunaan lagu Hermit bukan sekadar pilihan musik secara acak. Lagu tersebut memiliki hubungan dengan proyek musik alternatif Mariah pada era 1990-an.

Pada periode tersebut, Mariah terlibat dalam proyek album Someone's Ugly Daughter bersama grup bernama Chick. Proyek ini memperlihatkan sisi musikalitasnya yang berbeda dari citra penyanyi pop yang selama ini dikenal publik.

Album tersebut sempat dirilis pada 1995, tetapi keterlibatan Mariah di balik proyek itu baru banyak diketahui setelah ia membicarakannya dalam memoarnya yang terbit pada 2020.

Kemunculan Hermit dalam video It's Time 2026 pun menjadi kejutan tersendiri bagi penggemar lama yang mengetahui perjalanan musik Mariah di luar genre pop dan R&B.

Selain video tahunan tersebut, Mariah juga meramaikan musim liburan melalui kolaborasi dengan rumah mode Gucci. Ia tampil dalam kampanye liburan terbaru Gucci yang menggunakan lagu All I Want for Christmas Is You sebagai pengiring.

Sementara itu, lagu Natal andalannya masih memiliki catatan komersial yang luar biasa. Berdasarkan laporan Billboard, All I Want for Christmas Is You telah mengumpulkan total 22 minggu di posisi pertama Billboard Hot 100.

Meski begitu, rekor tersebut telah dilewati oleh lagu Choosin' Texas milik Ella Langley yang mencatatkan 25 minggu di posisi puncak.

Dengan video It's Time yang kembali hadir, Mariah Carey sekali lagi menunjukkan bagaimana sebuah lagu yang dirilis pada 1994 bisa menjadi bagian dari tradisi budaya populer setiap akhir tahun.

Bagi para penggemarnya, pergantian kalender menuju November kini terasa memiliki satu penanda khusus: momen ketika Mariah Carey menyatakan bahwa musim Natal telah tiba.