BEKASI.POJOKSATU.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi terus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan permukiman masyarakat melalui pembangunan fasilitas sanitasi layak.

Melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan), Pemkab Bekasi membangun sebanyak 170 unit Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) atau jamban yang tersebar di sejumlah kawasan kumuh pada tahun 2026.

Dari total pembangunan tersebut, sebanyak 44 unit di antaranya dialokasikan untuk dua desa di Kecamatan Cikarang Pusat, yakni Desa Sukamahi dan Desa Cicau.

Masing-masing desa mendapatkan alokasi pembangunan sebanyak 22 unit SPALD-S untuk meningkatkan akses sanitasi layak bagi masyarakat.

Kepala Disperkimtan Kabupaten Bekasi, Nur Chaidir mengatakan, pihaknya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembangunan guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan.

Menurutnya, pengawasan lapangan dilakukan untuk memastikan pembangunan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat manfaat bagi masyarakat penerima program.

“Kami turun ke lapangan, memastikan bahwa pembangunan SPALD-S ini berjalan sesuai dengan waktu yang ditentukan, serta memastikan kualitas hasil pembangunan, kesesuaian pelaksanaan dengan spesifikasi teknis, serta progres pekerjaannya,” ujar Nur Chaidir, Kamis (5/11/2026).

Ia menjelaskan, dalam kegiatan monitoring tersebut, tim Disperkimtan melakukan pemeriksaan secara detail terhadap tahapan pembangunan.

Mulai dari proses galian, pemasangan instalasi, hingga hasil akhir pekerjaan menjadi bagian yang diperiksa untuk memastikan fasilitas sanitasi dibangun sesuai standar teknis.

Selain itu, Disperkimtan juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelompok swadaya masyarakat (KSM) guna mengidentifikasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi selama proses pengerjaan.

“Monitoring ini juga menjadi bagian dari pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan agar hasil pekerjaan dapat memenuhi standar yang telah ditentukan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Nur Chaidir menyampaikan, progres pembangunan SPALD-S di Desa Sukamahi dan Desa Cicau menunjukkan perkembangan positif.

Di Desa Sukamahi, progres pembangunan telah mencapai sekitar 40 persen. Sebagian fasilitas bahkan sudah dapat digunakan masyarakat, sementara unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan.

Sementara itu, di Desa Cicau, sejumlah unit telah selesai dibangun dan sebagian lainnya masih dalam proses penyelesaian.

Pihaknya menargetkan seluruh pembangunan SPALD-S di kedua desa tersebut dapat rampung pada akhir Oktober atau awal November 2026.

"Ditargetkan akhir Oktober atau awal November sudah selesai semua," jelasnya.

Lebih lanjut, Nur Chaidir mengatakan, pembangunan SPALD-S merupakan salah satu program strategis Disperkimtan Kabupaten Bekasi untuk menangani kawasan kumuh sekaligus meningkatkan akses sanitasi layak, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan sarana pembuangan limbah rumah tangga yang lebih sehat dan memenuhi standar kesehatan lingkungan.

Selain meningkatkan kualitas permukiman, pembangunan SPALD-S juga bertujuan menjaga kebersihan lingkungan serta mencegah pencemaran air tanah akibat limbah domestik.

Nur Chaidir berharap, pembangunan fasilitas sanitasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

"Semoga dengan adanya kegiatan pekerjaan ini masyarakat sadar tidak boleh lagi BAB sembarangan yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan dan untuk menghindari terjangkitnya berbagai macam penyakit," katanya.

Melalui pembangunan 170 unit SPALD-S sepanjang 2026, Pemkab Bekasi berharap akses sanitasi layak semakin merata sehingga kualitas kesehatan masyarakat dan lingkungan permukiman dapat terus meningkat.