BEKASI.POJOKSATU.ID - Malam pergantian Tahun Baru 2026 tidak hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga peluang penting bagi orang tua untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada anak dan remaja.
Di tengah maraknya euforia dan berbagai aktivitas berisiko, Tahun Baru justru dapat dimaknai sebagai sarana pendidikan karakter yang dimulai dari lingkungan keluarga.
Guru Besar Universitas PTIQ Jakarta, Prof Dr Susanto, menekankan bahwa orang tua memiliki peran strategis dalam mengarahkan cara anak merayakan pergantian tahun.
Baca Juga: Empat Truk Kontainer Terlibat Kecelakaan Di Sultan Agung, Satu Supir Dilarikan Ke Rumah Sakit
Menurutnya, momentum ini dapat digunakan untuk membangun karakter tanggung jawab, kedisiplinan, serta kesadaran akan keselamatan diri dan orang lain.
Ia menilai, anak perlu diajak memahami bahwa kebebasan harus disertai tanggung jawab.
Orang tua dapat menetapkan batasan yang jelas, seperti membatasi aktivitas di luar rumah pada malam hari, memastikan anak berada di lingkungan yang aman, serta menghindari kegiatan yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Baca Juga: Car Free Day Bekasi Kembali Ramai, Warga Tumpah Ruah di Pusat Kota
Pendekatan ini bukan semata melarang, melainkan mengajarkan anak untuk membuat keputusan yang bijak.
Keselamatan menjadi aspek penting yang perlu ditanamkan dalam perayaan Tahun Baru.
Orang tua diharapkan mengajak anak memahami risiko dari aktivitas seperti konvoi kendaraan, balap liar, penggunaan petasan berbahaya, hingga konsumsi minuman keras dan zat adiktif.
Baca Juga: Rahasia UMKM Tumbuh Berkelanjutan, Rumah BUMN BRI Ungkap Perannya
Dengan memberikan pemahaman sejak dini, anak diharapkan mampu menolak ajakan negatif dari lingkungan sekitarnya.
Selain pengawasan, Susanto juga mendorong orang tua untuk menghadirkan alternatif kegiatan positif bersama keluarga.
Menghabiskan malam Tahun Baru di rumah dengan doa bersama, refleksi akhir tahun, diskusi ringan tentang harapan di tahun mendatang.
Atau aktivitas sederhana seperti memasak dan menonton bersama dinilai mampu memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.
Kegiatan positif tersebut dapat menjadi sarana menanamkan nilai kebersamaan, empati, dan rasa syukur.
Baca Juga: Malam Tahun Baru Rawan, Remaja Terancam Balap Liar hingga Narkoba
Anak juga belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu identik dengan keramaian atau euforia berlebihan, melainkan dapat dibangun melalui kebersamaan yang aman dan bermakna.
Menurut Susanto, pendidikan karakter tidak selalu harus dilakukan melalui metode formal.
Justru dalam momen-momen sederhana seperti pergantian tahun, anak dapat belajar secara langsung dari teladan orang tua.
Baca Juga: Freelancer Serbu AI, Cara Baru Bikin About Me LinkedIn Lebih Menjual
Sikap tenang, bertanggung jawab, dan penuh kepedulian yang ditunjukkan orang tua akan menjadi contoh nyata bagi anak.
“Tahun Baru adalah momentum penting bagi keluarga untuk menjaga keselamatan sekaligus membangun karakter anak agar lebih bertanggung jawab dan siap menghadapi masa depan,” ujarnya, dikutip dari JPNN, 28 Desember 2025.
Ia berharap perayaan Tahun Baru 2026 dapat menjadi awal yang baik bagi keluarga dalam menanamkan nilai positif yang berkelanjutan.***




