POJOKSATU.id - Desa Cikeregeman, di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, kembali memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78 dengan penyelenggaraan karnaval yang menarik.
Acara ini diadakan di lapangan Desa Cijengkol, dan menjadi sorotan pada Kamis, 17 Agustus 2023.
Tahun ini, Desa Cikeregeman memilih membawa tema perjuangan Indonesia pada masa penjajahan dalam karnaval kemerdekaannya. Hal ini menggambarkan semangat dan perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.
Aksi teatrikal yang paling mencuri perhatian adalah penampilan para pemuda Desa Cikeregeman yang menghadirkan sepasang karakter Mister dan menir dari Belanda. Dalam adegan ini, masyarakat berpartisipasi dengan penuh semangat, mengenakan pakaian yang melambangkan perjuangan dan pengorbanan yang dulu terjadi.
Baca Juga: Berbagai Lomba Meriahkan Peringatan HUT RI di Desa Cikaregeman
Pada karnaval tersebut, juga ada pemeran yang menggambarkan tentara Belanda dengan menggunakan seragam linmas dan memegang bendera Belanda di bagian dada. Hal ini menggambarkan kekejaman dan semena-mena penjajah terhadap rakyat Indonesia saat itu.
Dalam adegan teater yang ditampilkan, para tentara Indonesia dan pejuang lainnya tiba-tiba muncul, menyerbu posisi tentara Belanda. Kejadian ini mengilustrasikan semangat perjuangan dan keberanian para pahlawan Indonesia yang berjuang untuk meraih kemerdekaan.
Masyarakat yang menjadi bagian dari adegan ini merepresentasikan penderitaan yang diakibatkan oleh penjajahan, namun mereka akhirnya berhasil melawan dan merayakan kemerdekaan dengan penuh sukacita. Para menir Belanda dalam adegan ini pun ditangkap oleh pejuang Indonesia, menggambarkan kekalahan penjajah.
Tidak hanya itu, dalam adegan lainnya di barisan belakang, Desa Cikeregeman menghadirkan replika helikopter dengan baling-baling yang berputar, menggantikan replika tank seperti tahun sebelumnya. Perubahan ini memberikan nuansa baru pada karnaval dan seiring dengan tema perjuangan yang diangkat.
Baca Juga: Tradisi Sedekah Bumi di Cikaregeman Tak Lekang oleh Zaman
Kepala Desa Cikaregeman Markun Hidayat menjelaskan persiapan untuk pembuatan replika dan kostum lebih dari 10 hari.
"Sementara untuk persiapan acara tadi hanya 5 hari. Alhamdulillah dengan hasil ini. Anak-anak muda antusias," kata dia.
"Ide-ide datang dari mereka, mereka yang menyumbangkan kreativitas untuk hal ini," tutur dia.
Selain itu, Desa Cikaregeman juga menjadi jura pertama dalam Lomba Kebaya.***




