BEKASI.POJOKSATU.id - Suasana sore di Lapangan Horse, Desa Tamanrahayu, Kecamatan Setu, Minggu sore, 10 Agustus 2025, dipenuhi sorak-sorai warga. Pertandingan final sepak bola menjadi penutup meriah gelaran Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Tamanrahayu tahun ini.
Sejak beberapa pekan terakhir, lapangan dan balai desa ramai dengan beragam pertandingan — mulai dari voli, badminton, tenis meja, hingga laga sepak bola yang menjadi favorit warga.
Kepala Desa Tamanrahayu, Abdul Wahid, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Di tengah riuhnya penonton yang menyaksikan laga final, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, perangkat desa, RT/RW, dan warga yang telah bahu-membahu menyukseskan Porseni.
Baca Juga: Final Turnamen Sepakbola Porseni Tamanrahayu Berlangsung Sukses, Kades Ucapkan Terima Kasih
"Sudah cukup luar biasa. Olahraga dari voli, badminton, tenis meja, dan sepak bola semua berjalan sukses karena kekompakan panitia, RT, RW, dan seluruh warga Tamanrahayu," ujarnya dengan nada penuh syukur.
Pertandingan final sepak bola memang berlangsung panas. Meski tensi sempat memuncak, warga mampu menjaga sportivitas. Panitia dan petugas keamanan bergerak cepat meredam situasi, sehingga laga tetap berjalan aman hingga peluit akhir dibunyikan. Hasilnya, RW 3 keluar sebagai juara, disusul RW 5 di posisi kedua, dan RW 4 serta RW 1 sebagai juara tiga bersama.
Bagi Abdul Wahid, keberhasilan Porseni bukan hanya soal siapa yang menang atau kalah, tetapi juga tentang persatuan. "Beda RT, beda RW, tetapi Tamanrahayu tetap sukses," tegasnya.
Ia berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga, bahkan setelah masa jabatannya berakhir.
Baca Juga: Turnamen Tenis Meja Meriahkan Porseni Desa Tamanrahayu, RW-RW Berlaga Sportif
"Mudah-mudahan di tahun-tahun yang akan datang, sekalipun saya sudah tidak menjadi kades, akan ada generasi penerus yang meneruskan kegiatan seperti tahun ini," tuturnya.
Meski pertandingan olahraga telah selesai, pesta warga Tamanrahayu belum benar-benar usai. Abdul Wahid mengungkapkan masih ada acara puncak yang akan digelar pada 23 Agustus mendatang, yaitu pertunjukan wayang golek di kantor desa. Baginya, kerja sama dan partisipasi aktif seluruh pihak adalah kunci.
"Insyaallah, dengan kerja sama panitia olahraga dan panitia acara puncak nanti, semua akan sukses," demikian kata dia.***




