BEKASI.POJOKSATU.id - Sebuah tempat hiburan malam atau THM di Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, menjadi sasaran penyerangan oleh sekelompok orang pada Selasa, 6 Januari 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan MH Thamrin dan menimbulkan kerusakan serta kerugian materi.
Informasi yang dihimpun jurnalis bekasi.pojoksatu.id menyebutkan, jumlah pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut diperkirakan mencapai 30 hingga 50 orang. Mereka mendatangi lokasi secara bersamaan dan langsung melakukan tindakan kekerasan.
Aksi penyerangan diketahui berlangsung di karaoke Atlas. Insiden tersebut diduga dilakukan atas perintah seorang WNA Korea yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan tempat usaha tersebut.
Baca Juga: WNA Korea Diduga Terlibat Penyerangan THM, Pemilik Karaoke Atlas Alami Trauma
Tidak hanya melakukan perusakan, para pelaku juga diduga mengambil sejumlah barang berharga yang berada di dalam lokasi, termasuk peralatan operasional.
Pengelola Karraoke Atlas, Anita, mengaku tidak mengetahui secara pasti motif di balik aksi penyerangan dan pencurian yang menimpa tempat usahanya.
"Kemarin tiba-tiba WNA Korea itu datang membawa banyak orang, lalu langsung melakukan pengeroyokan dan merusak tempat,” ujar Anita kepada awak media, Kamis, 8 Januari 2026.
Anita menegaskan bahwa dirinya tidak memahami alasan para pelaku melakukan kekerasan hingga pengrusakan tersebut.
"Sya tidak tahu apa alasan mereka melakukan aksi seperti itu di tempat saya,” tegas dia.
Baca Juga: Polri Garap 1,3 Juta Hektare Lahan Tidur, Target Swasembada Jagung Kian Nyata
Sebelumnya WNA Korea tersebut memang pernah bekerja di lokasi usahanya. Namun, saat kejadian berlangsung, yang bersangkutan sudah tidak lagi bekerja di tempat tersebut.
“Saya tidak melihat mereka membawa senjata tajam atau tidak, tapi yang jelas penyerangan itu dilakukan atas perintah WNA,” jelas Anita.
Akibat insiden tersebut, korban mengaku mengalami trauma psikologis yang cukup berat.
“Saya sangat trauma. Mental dan psikis terganggu, sampai sekarang masih merasa ketakutan,” ungkapnya.
Selain merusak fasilitas, para pelaku juga diduga mengambil seluruh kamera pengawas yang terpasang di lokasi.
“Semua CCTV diambil, sekitar 20 unit. Kunci juga dirusak. Itu jelas untuk menghilangkan barang bukti,” ucap Anita.
Tak hanya itu, uang tunai sebesar Rp25 juta yang tersimpan di kasir dilaporkan turut raib. Seluruh rangkaian kejadian penyerangan, pencurian, dan penganiayaan tersebut telah dilaporkan ke Polres Metro Bekasi untuk penanganan lebih lanjut terkait THM di Lippo Cikarang.***




