BEKASI.POJOKSATU.id – Bunda Literasi Kabupaten Bekasi, Nia Asep Surya Atmaja, mendorong Forum TBM Kabupaten Bekasi untuk semakin memperkuat peran strategisnya sebagai penggerak literasi adaptif di tingkat masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan saat pelantikan pengurus Forum TBM periode 2026–2031 di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi.

Dalam sambutannya, Nia Asep mengapresiasi eksistensi Forum TBM yang dinilai memiliki peran penting dalam menjawab tantangan literasi di era digital.

Baca Juga: Ketika Aparat Penegak Hukum Jadi Saksi, Kasus Suap Bekasi Kian Terbuka

Ia menegaskan bahwa Forum TBM bukan sekadar wadah organisasi, melainkan mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan masyarakat.

Ia menekankan bahwa TBM harus mampu bertransformasi dari sekadar tempat membaca menjadi ruang ketiga yang hidup, inklusif, dan produktif bagi masyarakat.

Menurutnya, TBM dapat menjadi pusat pembelajaran, diskusi, serta pengembangan kreativitas yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Nia Asep juga menyoroti pentingnya sinergi antara Forum TBM dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, Tim Penggerak PKK, dan keluarga.

Kolaborasi tersebut dinilai mampu memperluas jangkauan literasi hingga tingkat desa dan kecamatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bekasi, Jaoharul Alam, menyampaikan bahwa Forum TBM Kabupaten Bekasi telah berkembang pesat sejak berdiri pada 2015.

Baca Juga: Marjuki Buka Peluang Banyak Calon, Musda Golkar Bekasi Diminta Fair dan Kompetitif

Saat ini, jejaring TBM telah hadir di seluruh 23 kecamatan dengan sekitar 100 TBM yang aktif di berbagai wilayah.

Menurut Jaoharul, TBM telah menjadi perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam menjangkau masyarakat hingga ke tingkat akar rumput, terutama mengingat keterbatasan unit layanan perpustakaan daerah.

Ia juga menilai TBM di Kabupaten Bekasi telah berhasil bertransformasi, tidak hanya sebagai ruang baca, tetapi juga berkontribusi dalam pendidikan dasar, literasi digital, pemberdayaan ekonomi, serta inklusi sosial dan budaya.

Jaoharul berharap pengurus Forum TBM yang baru dapat melanjutkan dan memperkuat kolaborasi dengan perangkat daerah terkait guna mewujudkan Kabupaten Bekasi yang cerdas, kreatif, dan sejahtera melalui gerakan literasi yang berkelanjutan.***