BEKASI.POJOKSATU.ID - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cibitung dinilai memberikan dampak positif terhadap proses belajar dan kesejahteraan siswa.

Program nasional yang dijalankan melalui Badan Gizi Nasional ini tidak hanya bertujuan meningkatkan asupan gizi.

Tetapi juga mendukung kualitas pendidikan dasar dengan memastikan anak-anak dapat belajar dalam kondisi sehat dan bertenaga.

Baca Juga: Bekasi Makin Hidup! Ini 16 Kafe dan Tempat Nongkrong Baru yang Wajib Dicoba

Camat Cibitung, Encun Sunarto, mengatakan sekolah menjadi penerima manfaat terbesar dalam program MBG.

Hingga akhir Januari 2026, penyaluran makanan bergizi gratis di wilayah Cibitung telah menjangkau sekitar 40 ribu penerima manfaat, mayoritas merupakan siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

“Sampai saat ini di wilayah Cibitung terdapat sekitar 13 titik SPPG dari Badan Gizi Nasional. Program ini menyasar sekitar 40 ribu penerima manfaat yang terdiri dari siswa dan ibu hamil,” ujar Encun Sunarto, Rabu 28 Januari 2026.

Baca Juga: Pagi Mencekam di Karang Bahagia, Angkot Cikarang Pulo Ditemukan di Dasar Kali

Ia merinci, penerima manfaat MBG di sektor pendidikan mencakup 16 lembaga PAUD dan TK, 43 sekolah dasar dan Madrasah Ibtidaiyah, serta 19 sekolah tingkat SMP dan MTs.

Selain itu, program juga menjangkau enam yayasan, pondok pesantren, dan TPA.

Dengan cakupan tersebut, sekolah menjadi lokasi utama distribusi makanan bergizi setiap hari.

Baca Juga: Diplomasi Lingkungan Indonesia Jerman, Sea Hamster 2.0 Bersihkan Sungai Bekasi

Menurut Encun, pemenuhan gizi yang baik berpengaruh langsung terhadap konsentrasi dan kehadiran siswa di sekolah.

Anak-anak yang mendapatkan asupan makanan bergizi cenderung lebih fokus saat mengikuti pelajaran dan memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas di kelas.

“Kalau anak-anak sudah sarapan atau makan bergizi, mereka lebih siap belajar. Ini sangat membantu proses pendidikan, terutama di tingkat dasar,” katanya.

Selain berdampak pada konsentrasi belajar, program MBG juga diharapkan dapat menekan angka ketidakhadiran siswa akibat masalah kesehatan.

Asupan gizi yang terjaga dinilai mampu meningkatkan daya tahan tubuh anak, sehingga mereka tidak mudah sakit dan bisa mengikuti kegiatan belajar secara rutin.

Baca Juga: Kali Ulu Tersedak Eceng Gondok, Potret Krisis Sungai Perkotaan di Cikarang Utara

Pemerintah Kecamatan Cibitung terus melakukan koordinasi dengan pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dan perangkat desa untuk memastikan distribusi makanan berjalan lancar dan tepat sasaran.

Pendataan dapur baru juga terus dilakukan guna memperluas jangkauan program.

“Koordinasi dengan perangkat desa terus kami lakukan, terutama untuk pendataan dapur SPPG baru. Dengan begitu, monitoring pelaksanaan dan jumlah penerima manfaat bisa terpantau,” ujar Encun.

Ke depan, Pemerintah Kecamatan Cibitung berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat menjadi fondasi pendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar.

Dengan siswa yang lebih sehat, fokus, dan berenergi, proses belajar mengajar di sekolah diharapkan berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.***