BEKASI.POJOKSATU.ID - Pelaksanaan Program MBG di Kecamatan Cibitung tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak dan ibu hamil, tetapi juga mulai menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal.

Keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinilai memberi efek berantai terhadap warung, pelaku UMKM, hingga penyerapan tenaga kerja di tingkat desa dan kelurahan.

Camat Cibitung, Encun Sunarto, mengatakan hingga saat ini terdapat sekitar 13 titik dapur SPPG yang beroperasi di wilayahnya.

Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Konsentrasi Belajar Siswa di Cibitung

Dapur-dapur tersebut melayani sekitar 40 ribu penerima manfaat yang tersebar di sekolah, pondok pesantren, hingga posyandu.

“Sampai saat ini di wilayah Cibitung terdapat sekitar 13 titik SPPG dari Badan Gizi Nasional. Program ini menyasar sekitar 40 ribu penerima manfaat,” ujar Encun Sunarto, Rabu 28 Januari 2026.

Menurutnya, dapur MBG tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi makanan bergizi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal.

Baca Juga: Banjir Tak Lagi Sekadar Bencana, Pemkot Bekasi Ubah Air Jadi Cadangan Masa Depan

Pemerintah Kecamatan Cibitung mendorong agar kebutuhan bahan pangan dapur SPPG dapat dipenuhi dari warung sekitar, pelaku UMKM, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta peternak lokal.

“Kami mendorong agar suplai dapur SPPG bisa melibatkan warung sekitar, UMKM, BUMDes, dan sektor peternakan lokal. Dengan begitu, perputaran ekonomi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Encun.

Ia menjelaskan, setiap dapur SPPG membutuhkan pasokan bahan baku secara rutin, mulai dari beras, sayuran, telur, daging, hingga bumbu dapur.

Baca Juga: Bekasi Makin Hidup! Ini 16 Kafe dan Tempat Nongkrong Baru yang Wajib Dicoba

Kebutuhan tersebut membuka peluang usaha baru dan memperkuat pasar bagi pelaku usaha kecil di sekitar lokasi dapur.

Selain itu, keberadaan dapur MBG juga menyerap tenaga kerja lokal, mulai dari juru masak, tenaga distribusi, hingga petugas kebersihan.

Hal ini dinilai membantu mengurangi pengangguran sekaligus menambah penghasilan warga.

“Dapur-dapur ini mempekerjakan warga sekitar. Jadi manfaatnya bukan hanya untuk penerima makanan, tapi juga untuk keluarga-keluarga yang terlibat dalam operasional,” ujarnya.

Pemerintah Kecamatan Cibitung juga terus melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan pengelola dapur untuk mendata rencana pembukaan dapur SPPG baru.

Baca Juga: Pagi Mencekam di Karang Bahagia, Angkot Cikarang Pulo Ditemukan di Dasar Kali

Pendataan ini penting agar dampak ekonomi dan sosial program MBG dapat terpantau secara menyeluruh.

“Koordinasi dengan perangkat desa terus kami lakukan, terutama untuk pendataan dapur baru, supaya dampaknya bisa maksimal dan merata,” tutur Encun.

Ke depan, program MBG diharapkan tidak hanya menjadi solusi pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat.

Dengan melibatkan UMKM dan sumber daya lokal, program ini dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah.***