BEKASI.POJOKSATU.ID - Pemerintah Kabupaten Bekasi menyerukan keterlibatan aktif dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat untuk membantu penanganan banjir yang melanda wilayahnya.

Hingga Kamis 29 Januari 2026 sore, bencana hidrometeorologi tersebut telah berdampak luas, dengan 173 titik banjir di 16 kecamatan, 49 desa, serta puluhan ribu warga terdampak.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bekasi, banjir menyebabkan 51.289 kepala keluarga terdampak, sementara 6.805 KK terpaksa mengungsi di 24 titik pengungsian.

Baca Juga: Jalan Kalimalang Rusak Diterjang Hujan, Pemkab Bekasi Ingatkan Pengendara Utamakan Keselamatan

Selain permukiman warga, banjir juga menggenangi sekitar 5.301 hektare lahan pertanian, yang berpotensi memengaruhi ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menegaskan bahwa skala bencana yang terjadi membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk sektor swasta.

Pemerintah daerah, kata dia, tidak bisa bekerja sendiri menghadapi dampak banjir yang begitu luas.

Baca Juga: Abi Hurairah Purna Tugas, Teladan Kepemimpinan Humanis Damkar Bekasi Dikenang

“Pemkab Bekasi mengajak seluruh komponen masyarakat, termasuk dunia usaha, untuk bersama-sama menunjukkan kepedulian dan membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir,” ujar Asep.

Menurutnya, keterlibatan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) sangat dibutuhkan, baik dalam bentuk bantuan logistik, kebutuhan dasar pengungsi, hingga dukungan pemulihan pascabanjir.

Ia menilai peran sektor swasta penting untuk mempercepat penanganan dan meringankan beban masyarakat.

Baca Juga: Banjir Bekasi Meluas, Baznas Turun di 50 Titik Salurkan Ratusan Juta Bantuan

Di lapangan, Pemkab Bekasi telah mengerahkan seluruh perangkat daerah untuk turun langsung membantu warga terdampak.

Setiap perangkat daerah ditugaskan sebagai liaison officer (LO) di kecamatan-kecamatan terdampak guna memastikan distribusi bantuan dan penanganan berjalan efektif.

Upaya tersebut juga melibatkan TNI/Polri, BPBD Provinsi Jawa Barat, PMI, Baznas, serta relawan kebencanaan.

“Kami berupaya semaksimal mungkin, namun dukungan dari dunia usaha dan masyarakat luas sangat kami harapkan agar bantuan bisa menjangkau lebih cepat dan merata,” kata Asep.

Wilayah dengan sebaran banjir terparah berada di Kecamatan Babelan, Tambun Utara, Cabangbungin, Cibitung, hingga Muaragembong.

Baca Juga: Gotong Royong Tanpa Henti, Relawan dan Warga Temukan IRT Hilang di Danau

Banyak warga masih bertahan di pengungsian dengan kebutuhan mendesak seperti makanan, air bersih, selimut, obat-obatan, dan perlengkapan bayi.

Pemkab Bekasi berharap kepedulian dunia usaha tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berlanjut pada tahap pemulihan, termasuk perbaikan lingkungan, fasilitas umum, dan dukungan ekonomi warga terdampak.

“Ini momentum bagi kita semua untuk bergotong royong. Bencana adalah urusan bersama,” tutup Asep.***