BEKASI.POJOKSATU.id - Kondisi tanggul darurat di sepanjang aliran Sungai Citarum, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, kian mengkhawatirkan.
Pasalnya, sedikitnya terdapat enam titik tanggul yang dilaporkan mengalami kerusakan, bahkan tiga di antaranya sudah jebol dalam sebulan terakhir.
Berdasarkan informasi yang diterima Pojokbekasi, tanggul yang jebol berada di Kampung Bendungan RT 03 RW 01, kemudian Kampung Kedung Bokor RT 03 RW 03, serta Kampung Biyombong RT 03 RW 06, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong.
Sementara itu, tiga titik lainnya masih dalam pantauan masyarakat, karena dikhawatirkan mengalami jebol susulan apabila debit air Sungai Citarum kembali meningkat.
Tanggul tersebut sebelumnya dibangun secara darurat oleh warga bersama aparatur desa. Pembangunan dilakukan untuk menahan luapan air Sungai Citarum yang kerap merendam permukiman saat debit air naik.
Kaur Desa Pantai Bakti, Rimin Bahtiar, mengatakan, proses perbaikan terus dilakukan meski kondisi debit air sungai belum sepenuhnya surut.
Baca Juga : BPBD Kabupaten Bekasi: Tanggul Sungai Citarum yang Jebol Berada di Titik Baru
“Memang belum semuanya bisa ditangani karena air masih tinggi, tetapi perbaikan terus berjalan,” ujar Rimin, Rabu 4 Februari 2026.
Menurutnya, jebolnya tanggul terjadi berulang dalam sepekan terakhir akibat fluktuasi debit air Kali Citarum.
Kondisi itu membuat tanggul darurat yang sebelumnya ditambal, kembali tak mampu menahan tekanan air.
“Air sempat surut beberapa hari, lalu naik lagi dan menyebabkan jebol susulan. Sekarang genangan air sudah mulai berkurang di beberapa titik,” kata dia.
Dalam penanganan tanggul rusak tersebut, warga setempat turun langsung melakukan perbaikan secara gotong royong. Upaya perbaikan juga mendapat dukungan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.
Baca Juga : RTRW Kota Bekasi Jadi Rujukan, DPRD Kota Ternate Lakukan Kunjungan Kerja
Selain itu, sejumlah pihak turut melakukan peninjauan ke lokasi. Mulai dari BPBD, Bupati Bekasi, hingga anggota DPR dan DPRD juga telah turun ke lapangan untuk melihat kondisi tanggul serta menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.
Rimin berharap perbaikan tanggul ke depan bisa dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Dengan begitu, risiko jebol berulang dapat diminimalisir, terutama saat debit air Sungai Citarum meningkat.
“Kami berharap instansi terkait benar-benar mendorong perbaikan ini agar ke depan tanggul bisa lebih kuat dan kejadian seperti ini tidak terulang,” tutup dia.***




