BEKASI.POJOKSATU.ID - Program Jumat Bersih (Jumsih) yang sempat vakum selama beberapa tahun kini kembali diaktifkan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Revitalisasi program kebersihan massal ini dipicu langsung oleh instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan penanganan sampah sebagai garda terdepan dalam menjaga citra Indonesia di mata dunia.

Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional di Sentul dan langsung direspons cepat oleh Pemkab Bekasi.

Baca Juga: Muaragembong Disiapkan Jadi Lumbung Perikanan Bekasi, Kapolda Tinjau Tambak Skala Besar

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengatakan pengaktifan kembali Jumat Bersih bukan sekadar mengulang program lama, melainkan menghadirkan semangat baru dengan keterlibatan yang lebih luas.

Seluruh aparatur sipil negara (ASN), mulai dari tingkat kabupaten hingga desa, termasuk satuan pendidikan, diwajibkan terlibat dalam kerja bakti massal atau korve yang dimulai pada Jumat, 6 Februari 2026.

“Anak-anak sekolah harus kita giatkan melalui Jumat Bersih. Bukan hanya sekolah, instansi pemerintahan juga sama, semuanya bergerak,” kata Asep, di Cikarang Utara, Rabu 4 Februari 2026.

Baca Juga: Anggaran Rp3 Miliar Digelontorkan, Jalan Cipendawa Bekasi Siap Diperbaiki Total

Menurut Asep, selama ini upaya menjaga kebersihan lingkungan kerap bertumpu pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi.

Padahal, persoalan sampah dan kebersihan membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Oleh karena itu, revitalisasi Jumat Bersih dirancang agar menjadi gerakan kolektif dan berkelanjutan, bukan kegiatan seremonial semata.

Baca Juga: Banjir Bekasi Tinggalkan Dampak Besar, 23.687 KK Terdampak dalam Sebulan

“Semua ASN harus terlibat, jangan hanya DLH. ASN menjaga kebersihan kantor masing-masing, siswa menjaga lingkungan sekolahnya. Istilah Pak Presiden itu korve,” tegasnya.

Ia menjelaskan, instruksi Presiden menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong yang sempat memudar.

Dengan melibatkan ASN, pelajar, hingga dukungan TNI dan Polri di lapangan, Pemkab Bekasi berharap gerakan Jumat Bersih mampu menciptakan perubahan nyata pada kebersihan dan estetika wilayah.

Asep menambahkan, kebersihan lingkungan memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat serta wajah daerah di mata publik.

Karena itu, Jumat Bersih tidak lagi diposisikan sebagai imbauan, melainkan kewajiban yang harus dijalankan secara rutin oleh seluruh abdi negara dan pelajar di Kabupaten Bekasi.

Baca Juga: Stasiun Bekasi Ditata Ulang, PKL Ditertibkan, Warga Dijanjikan Kawasan Lebih Nyaman

“Ini bukan kegiatan sesaat. Harapannya Jumat Bersih menjadi budaya, sehingga lingkungan kita lebih sehat, tertata, dan nyaman,” ujarnya.

Dengan semangat baru pasca instruksi Presiden, Pemkab Bekasi optimistis program Jumat Bersih dapat berjalan konsisten dan memberikan dampak jangka panjang.

Revitalisasi program lama ini diharapkan menjadi titik awal perubahan perilaku, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan di Bumi Swatantra Wibawa Mukti.***