BEKASI.POJOKSATU.ID - Wilayah pesisir Muaragembong, Kabupaten Bekasi, kian menunjukkan perannya sebagai kawasan strategis perikanan regional.

Potensi tersebut terlihat dari skala besar budidaya ikan dan udang yang dikelola masyarakat setempat, mulai dari udang vaname, bandeng, hingga nila jair, dengan luasan tambak mencapai puluhan hektare.

Kondisi ini menjadikan Muaragembong bukan hanya sebagai daerah pesisir, tetapi juga sebagai lumbung perikanan yang berperan penting dalam rantai pasok pangan.

Baca Juga: Anggaran Rp3 Miliar Digelontorkan, Jalan Cipendawa Bekasi Siap Diperbaiki Total

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri bersama Wakapolda Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono meninjau langsung tambak-tambak tersebut di Kampung Bagedor, Desa Pantai Harapan Jaya.

Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari kesiapan ekosistem rantai pasok bahan baku SPPG Polda Metro Jaya yang berbasis potensi wilayah.

Dalam kunjungan itu, rombongan melihat langsung pengelolaan tambak yang terbagi ke dalam beberapa blok budidaya dengan komoditas unggulan yang bernilai ekonomi tinggi.

Baca Juga: Banjir Bekasi Tinggalkan Dampak Besar, 23.687 KK Terdampak dalam Sebulan

Pada Blok 1, tambak seluas sekitar dua hektare dimanfaatkan untuk budidaya udang vaname dengan jumlah tebar bibit mencapai 100 ribu ekor.

Blok 2 memiliki sembilan kolam dengan luas sekitar 15 hektare yang digunakan untuk budidaya udang pancet dan ikan bandeng.

Di blok ini, bibit udang pancet mencapai 500 ribu ekor, sementara bandeng sekitar 10 ribu ekor.

Baca Juga: Tri Adhianto Satukan Fesyen, UMKM, dan Sport City untuk Dongkrak Daya Saing Bekasi

Sementara itu, Blok 3 difokuskan untuk budidaya nila jair yang tersebar di 17 kolam dengan luas sekitar 20 hektare dan jumlah bibit mencapai 70 ribu ekor.

Skala budidaya ini menunjukkan bahwa Muaragembong memiliki daya dukung yang kuat sebagai sentra perikanan.

Selain menopang kebutuhan bahan baku, aktivitas tambak juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir.

Kapolda Metro Jaya menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan pengelolaan tersebut.

“Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lokasi tambak dalam mendukung kebutuhan bahan baku SPPG Polda Metro Jaya secara berkelanjutan, sekaligus menilai potensi produksi dan pemberdayaan masyarakat sekitar,” ujar Irjen Asep.

Baca Juga: Stasiun Bekasi Ditata Ulang, PKL Ditertibkan, Warga Dijanjikan Kawasan Lebih Nyaman

Wilayah Muaragembong dinilai strategis karena letak geografisnya yang dekat dengan kawasan perkotaan Jabodetabek, sehingga memiliki nilai logistik tinggi.

Dengan dukungan pengamanan, pembinaan, dan pengelolaan yang tepat, kawasan ini berpotensi berkembang sebagai pusat perikanan regional yang berkelanjutan.

Selain meninjau tambak, jajaran Polda Metro Jaya juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir sebagai bentuk kepedulian sosial.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa pengembangan potensi perikanan Muaragembong tidak terlepas dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Dengan skala produksi yang terus berkembang, Muaragembong digadang-gadang menjadi tulang punggung perikanan Kabupaten Bekasi di masa mendatang.***